PMI Asal Majalengka Diduga Jadi Korban Penipuan di Dubai, Keluarga Mohon Bantuan Pemerintah untuk Pemulangan
CYBER88 | Majalengka – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kelurahan Munjul, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, bernama Devi Iryanti (51), dikabarkan mengalami stroke saat berada di Dubai, Uni Emirat Arab. Keluarganya kini memohon bantuan pemerintah agar Devi dapat segera dipulangkan ke Indonesia.
Permohonan tersebut mencuat setelah beredarnya video berdurasi sekitar 2 menit 10 detik yang memperlihatkan kondisi Devi. Dalam video itu, putrinya, Desi, menyampaikan harapan kepada Bupati Majalengka, Gubernur Jawa Barat, serta pemerintah pusat agar ibunya segera mendapatkan bantuan untuk dipulangkan ke kampung halamannya.
Berdasarkan keterangan keluarga, Devi berangkat bekerja ke Dubai pada 2021. Pada 2023, ia meninggalkan majikannya setelah mengaku mendapat tawaran pekerjaan dengan gaji lebih besar. Namun, menurut keluarga, tawaran tersebut justru berujung pada dugaan penipuan hingga Devi disebut dijual kepada pihak lain.
Setelah sekitar tiga bulan, Devi berhasil melarikan diri dan menuju Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai. Di sekitar kantor KJRI, ia kemudian bertemu dengan seorang sesama PMI bernama Silvianti (Dina Ahmad) yang mengajaknya tinggal bersama di sebuah apartemen.
Pada Februari 2026, Devi mengalami stroke saat bekerja dan dipulangkan ke kontrakan. Keluarga mengaku Silvianti tidak membawa Devi ke rumah sakit maupun ke KJRI, melainkan menawarkan untuk mengurus proses kepulangan dengan meminta biaya sebesar Rp30 juta.
Menurut pihak keluarga, uang tersebut telah ditransfer, namun hingga kini proses pemulangan belum juga dilakukan. Keluarga mengaku terus menerima janji penundaan hingga akhirnya pada 8 Juli 2026 seluruh akses komunikasi dengan Silvianti terputus karena nomor telepon dan media sosial mereka diblokir.
Sementara itu, Raida, Ketua Forum Migran Indonesia Kabupaten Majalengka, Ketua Garda BMI sekaligus Sekretaris Asosiasi Pekerja Migran Indonesia (APPMI), meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk membantu pemulangan Devi.
"Besar harapan kami pemerintah segera turun tangan membantu pemulangan Ibu Devi. Terlepas dari status keberangkatannya, beliau adalah warga negara Indonesia yang membutuhkan pertolongan. Kasus seperti ini harus menjadi perhatian serius," ujar Raida.
Ia juga menilai perlunya peningkatan sosialisasi mengenai prosedur penempatan PMI yang aman hingga ke tingkat desa agar masyarakat tidak mudah menjadi korban praktik penipuan.
Raida menambahkan, pihaknya masih menemukan berbagai persoalan yang dialami PMI asal Majalengka, mulai dari kasus perdagangan orang, kehilangan kontak, hingga meninggal dunia di luar negeri.
"Kami berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan pendampingan dan bantuan kepada para PMI asal Majalengka yang sedang menghadapi persoalan di luar negeri, termasuk mempercepat pemulangan Ibu Devi," pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi pemerintah terkait maupun pihak yang disebut dalam pengaduan keluarga. CYBER88 masih berupaya mengonfirmasi informasi tersebut kepada pihak-pihak terkait.(Tatang)


Komentar Via Facebook :