DPRD Maluku Dorong Penguatan Bandara Mathilda Batlayeri, Anos Yeremias: Kunci Konektivitas dan Masa Depan Ekonomi Maluku

DPRD Maluku Dorong Penguatan Bandara Mathilda Batlayeri, Anos Yeremias: Kunci Konektivitas dan Masa Depan Ekonomi Maluku

CYBER88 | Ambon – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, menegaskan bahwa pengembangan Bandara Mathilda Batlayeri merupakan investasi strategis yang akan menentukan masa depan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Maluku sebagai provinsi kepulauan.

Hal tersebut disampaikan Anos kepada awak media di Kantor DPRD Provinsi Maluku, Ambon, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang yang mampu mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah.

"Pengembangan Bandara Mathilda Batlayeri merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi karena akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi Maluku, khususnya wilayah selatan," ujarnya.

Anos menjelaskan, komitmen pemerintah dalam mengembangkan Bandara Mathilda Batlayeri telah dimulai sejak tahun 2018 melalui proyek perpanjangan landasan pacu (runway). Saat itu, panjang landasan ditargetkan mencapai 2.000 meter dan kini telah berkembang menjadi sekitar 2.300 meter, sehingga mampu melayani operasional pesawat berbadan lebih besar.

Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, terutama bagi Provinsi Maluku yang memiliki karakteristik geografis sebagai daerah kepulauan.

"Bagi Maluku, bandara bukan hanya menjadi pintu masuk penumpang, tetapi juga jalur strategis distribusi logistik, pelayanan kesehatan, akses pendidikan, pengembangan sektor pariwisata, hingga mendorong masuknya investasi," katanya.

Ia menambahkan, pengembangan infrastruktur bandara tidak boleh berhenti pada perpanjangan landasan pacu semata. Pemerintah juga perlu meningkatkan kualitas terminal penumpang, fasilitas navigasi penerbangan, pelayanan bandara, serta membuka rute-rute penerbangan baru menuju berbagai kota strategis di Indonesia.

Dengan penguatan tersebut, manfaat pembangunan diyakini akan semakin dirasakan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai salah satu gerbang kawasan timur Indonesia.

Anos juga menilai keberadaan Bandara Mathilda Batlayeri memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela. Menurutnya, infrastruktur transportasi udara yang memadai akan memperlancar mobilitas tenaga kerja, investor, serta distribusi logistik yang dibutuhkan selama proses pembangunan proyek energi nasional tersebut.

"Pengembangan bandara akan memberikan dampak positif, bukan hanya bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, tetapi juga Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, bahkan Indonesia secara keseluruhan," tegasnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

"Semakin baik konektivitas yang dibangun, semakin besar pula peluang pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Komentar Via Facebook :