Desil 6, Warga Miskin di Kabupaten Serang Mengaku Tak Pernah Terima Bansos

Desil 6, Warga Miskin di Kabupaten Serang Mengaku Tak Pernah Terima Bansos

CYBER88 | SERANG — Seorang warga miskin di Kampung Cijeruk Empang, RT 12/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Kondisi tersebut disebut terjadi karena keluarganya tercatat dalam kategori desil 6.

Padahal, kondisi ekonomi keluarga tersebut terbilang memprihatinkan. Rumah yang ditempati Eva Aida bersama suami dan anaknya masih berupa bangunan sederhana yang sebagian besar terbuat dari bilik bambu dan kayu yang sudah rapuh.

Sejumlah bagian rumah bahkan terpaksa ditutup menggunakan terpal untuk melindungi penghuni dari hujan dan kondisi cuaca lainnya. Saat hujan turun, air juga kerap masuk ke dalam rumah akibat atap yang bocor.

Selain kondisi bangunan yang tidak layak, keterbatasan ekonomi juga dialami keluarga Eva dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Eva sehari-hari bekerja membersihkan cabai kering dengan penghasilan sekitar Rp15 ribu untuk dua hari bekerja. Sementara suaminya hanya bekerja serabutan, mulai dari berjualan perabotan secara keliling menggunakan sepeda motor hingga berjualan gorengan.

Dengan penghasilan yang sangat terbatas tersebut, Eva mengaku keluarganya justru tidak pernah menerima bantuan sosial karena tercatat dalam desil 6.

"Saya pernah mengajukan perubahan desil melalui desa, tetapi sampai sekarang belum berubah. Sampai sekarang masih tercatat desil 6. Karena itu katanya saya tidak pernah mendapatkan bantuan sosial," ujar Eva.

Menurut Eva, status desil tersebut membuat keluarganya kesulitan mengakses sejumlah program bantuan pemerintah, termasuk bantuan pangan, Program Keluarga Harapan (PKH), hingga bantuan iuran jaminan kesehatan.

Kondisi rumah yang ditempatinya juga membuat keluarga Eva tidak nyaman. Selain atap yang bocor, mereka kerap terganggu oleh kecoa dan hewan lainnya yang masuk ke dalam rumah.

"Penghasilan saya hanya sekitar Rp15 ribu untuk dua hari. Suami juga hanya bekerja serabutan. Kami berharap desil kami bisa diperbaiki agar bisa mendapatkan bantuan," kata Eva.

Eva berharap Pemerintah Kabupaten Serang dapat melakukan verifikasi ulang terhadap kondisi ekonomi keluarganya dan memperbaiki data desil sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Ia juga berharap mendapatkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni agar tempat tinggalnya bersama suami dan anaknya yang masih kecil dapat diperbaiki dan menjadi lebih layak untuk ditempati.

Persoalan ketidaksesuaian data penerima bantuan sosial diharapkan mendapat perhatian pemerintah. Verifikasi dan pemutakhiran data dinilai penting agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan akses terhadap program bantuan hanya karena data yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ferry Yuniar 

Komentar Via Facebook :