HNSI Cilegon Gelar Lomba Mancing, Perkuat Silaturahmi dan Perjuangkan Nasib Nelayan

HNSI Cilegon Gelar Lomba Mancing, Perkuat Silaturahmi dan Perjuangkan Nasib Nelayan

CYBER88CILEGON — Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kota Cilegon menggelar lomba mancing dan silaturahmi akbar nelayan se-Kota Cilegon dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang mengusung semangat “Bersatu di Laut, Berdaya di Darat, Nelayan Cilegon Sejahtera untuk Indonesia Maju” tersebut berlangsung di Pangkalan Nelayan Link Medaksa Seberang, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Kamis (27/8/2026).

Ketua DPC HNSI Kota Cilegon, Ir. Supriyadi, mengatakan kegiatan lomba mancing bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi momentum untuk mempererat kekompakan dan silaturahmi para nelayan dari berbagai pangkalan di Kota Cilegon.

“Hari ini kita melakukan kegiatan lomba mancing nelayan se-Kota Cilegon dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kita ingin menghimpun kekompakan nelayan sekaligus memastikan bahwa tangkapan ikan di Cilegon masih aman,” ujar Supriyadi.

Menurutnya, terdapat 11 pangkalan nelayan yang tersebar di Kota Cilegon. Seluruh pangkalan tersebut dinilai memiliki persoalan dan kebutuhan masing-masing sehingga perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah maupun para pemangku kepentingan.

Supriyadi berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan nelayan sebagai salah satu garda terdepan dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.

“Harapan besar kami kepada Pemerintah Kota Cilegon tetap memperhatikan nelayan sebagai garda terdepan dalam persoalan gizi nasional maupun daerah. Nelayan yang hari ini masih banyak terhimpit dengan industri perlu diperhatikan secara maksimal, bukan hanya pemerintah, tetapi juga perusahaan, lembaga dan stakeholder,” katanya.

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan yang dihadapi nelayan, mulai dari alur pelayaran yang terhambat, kebutuhan normalisasi jalur kapal hingga kepastian zona penangkapan ikan.

“Kebutuhan kami adalah diperhatikan dalam persoalan tangkap ikan. Dari 11 pangkalan, semuanya prioritas. Harapan kami, status setiap pangkalan nelayan juga diupayakan dengan baik,” ujarnya.

Supriyadi menambahkan, keberadaan industri di Kota Cilegon memiliki dampak positif sekaligus negatif terhadap masyarakat nelayan. Karena itu, ia berharap dampak positif industri dapat lebih besar dirasakan oleh nelayan.

Di sisi lain, ia menyebut jumlah nelayan di Cilegon mengalami penurunan. Namun, tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan memancing justru membuka peluang ekonomi baru bagi nelayan, salah satunya melalui penyewaan kapal untuk kegiatan memancing.

“Nelayan itu bukan hanya penjual ikan. Nelayan darat atau budidaya ikan juga anggota HNSI, termasuk pancing dan jaring. Di Cilegon memang berkurang nelayannya, tetapi penghobi mancing banyak. Ini juga berdampak positif karena kapal-kapal nelayan bisa disewakan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengapresiasi kegiatan yang digelar HNSI. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa profesi nelayan masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kota Cilegon.

“Saya merasa terhormat diundang teman-teman untuk acara seremoni lomba mancing. Ini kegiatan yang positif, mendekatkan motivasi, sekaligus mengingatkan bahwa nelayan itu ada di Kota Cilegon,” ujar Fajar.

Fajar menilai profesi nelayan merupakan pekerjaan yang mulia sekaligus memiliki peran penting dalam sektor maritim dan ketahanan pangan.

Ia juga mengapresiasi sosok Ketua HNSI Kota Cilegon, Supriyadi, yang dinilai aktif membangun komunikasi dan kekompakan para nelayan.

“Mudah-mudahan saya juga mengajak organisasi lain melakukan hal yang sama. Mari kita libatkan nelayan. Pekerjaan ini sangat mulia, mereka adalah ujung tombak maritim di Indonesia,” katanya.

Fajar memastikan aspirasi yang disampaikan para nelayan akan menjadi bahan yang disampaikan kepada Wali Kota Cilegon untuk mendapatkan perhatian pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua RT 05/05 Link Medaksa Seberang, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Eka Kartika, menyambut positif pelaksanaan lomba mancing tersebut.

Menurutnya, kegiatan yang digagas HNSI tersebut merupakan kegiatan kreatif yang dapat mempererat hubungan antarnelayan sekaligus memperkenalkan keberadaan masyarakat pesisir kepada pemerintah.

“Acara ini sangat bagus dan kreatif. Harapan kami diadakan lagi di tahun-tahun berikutnya. HNSI bisa mengadakan kegiatan di pangkalan nelayan Medaksa atau di pangkalan lainnya,” ungkap Eka.

Eka juga berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan keberadaan masyarakat nelayan di wilayah pesisir, termasuk warga RT 05 yang hingga kini belum disebut sebagai kampung nelayan karena masih terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

“Sebagai ketua RT sekaligus mewakili warga, khususnya warga nelayan, saya berharap pemerintah bisa melihat keberadaan kami dan menjadi fasilitator untuk meningkatkan kesejahteraan warga nelayan, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir pantai,” pungkasnya.

Komentar Via Facebook :