Isu SARA Menyerang Lukita, Jumaga Nadeak SH Menekankan Masyarakat Tidak Terprovokasi dan Polisi Serta Banwaslu Kota Batam Segera Bertindak.
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak SH
CYBER88 | Batam -- Pengalaman tidak mengenakkan terjadi dan menimpa salah satu pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, Dr. Ir. Lukita Dinarsyah Tuwo, MA.
Hal tersebut dikarenakan tindakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dalam menggunakan isu Suku, Agama, Ras, Antargolongan (SARA) demi menjatuhkan tokoh tersebut (Lukita, red).
Sesungguhnya, SARA sudah menjadi hal yang biasa dalam suatu momen, khususnya menjelang suatu perayaan besar seperti pemilihan umum (pemilu), baik di tingkat nasional hingga kedaerahan.
Penggunaan isu SARA pada momen saat ini menimpa Lukita yang merupakan salah satu kandidat kuat dalam pesta demokrasi pada pemilu khususnya pemilihan kepala daerah (pilkada) kota Batam yang diselenggarakan pada 9 Desember nanti.
Isu SARA yang menimpa Lukita semakin marak di sampaikan oleh oknum tersebut melalui media sosial (medsos) seperti Instagram, Facebook, WhatsApp dan lainnya.
Akhmad Rosano, selaku simpatisan dari sosok Lukita sangat menyayangkan tindakan tidak terpuji oleh orang yang tidak diketahui identitasnya. Menurutnya, tuduhan keji dan tidak mendasar tersebut sangat berbahaya dan harus segera di tindak oleh aparat penegak hukum di kota Batam.
"Saya tidak suka ada orang yang menghina Lukita dengan mengkaitkan dengan keyakinan atau agama beliau (Lukita,red)" ujar Akhmad.
Menurut Akhmad Lukita fitnah yang mengatakan bahwa Lukita adalah seorang Nasrani adalah tuduhan yang keji, dan bisa menyebabkan kerugian dari berbagai pihak, khususnya dari Lukita.
"Kenapa beliau dituduh Nasrani ? Apa yang salah dengan Nasrani ? Ini kan kejam!? Seolah - olah kalaupun Lukita Nasrani, beliau menjadi tidak layak gitu untuk memimpin kota Batam ini ? " Sebut Akhmad geram.
Oleh karena itu, Akhmad menghimbau peran aktif dari Polisi dan Banwaslu untuk menindak adanya pelanggaran atau indikasi tindak pidana yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, khususnya menjelang Pilkada yang akan berlangsung di kota Batam nanti.
Sebelumnya, isu SARA pernah juga menimpa "oppung" atau Jumaga Nadeak, SH. Momen tersebut terjadi pada saat proses pemilihan ketua DPRD Provinsi Kepri. Alih-alih ingin menjatuhkan sosok Jumaga, justru prestasi kembali di raih olehnya dengan memegang peranan penting dalam jalannya lembaga legislatif di Provinsi Kepri.
Isu SARA tersebut memaksa Jumaga Nadeak angkat bicara. Kepada media ini Jumaga menekankan agar masyarakat tidak terprovokasi oleh tindakan tersebut (oknum, red). Jumaga beralasan, masyarakat Batam dengan kondisi sosial yang heterogen tentu bisa merespon dinamika politik dengan bijaksana, oleh karenanya Jumaga Nadeak menilai masyarakat Batam sudah pintar untuk menghadapi black camping yang dilakukan oleh orang yang ingin menjatuhkan salah satu Paslon.
(Alfonsius Simanungkalit)


Komentar Via Facebook :