Enggan Rumahnya Disemprot Cat, 28 Penerima PKH Di Desa Panulisan Timur Mundur Secara Sukarela (Graduasi)
CYBER88 | Dayeuhluhur - Rumah keluarga penerima bantuan PKH dan BPNT di Desa Panulisan Timur Kecamatan Dayeuhluhur Kab Cilacap, rumahnya diberi cat semprot untuk inventarisasi. beberapa keluarga penerima program tersebut mengundurkan diri dari Program PKH dengan sukarela karena enggan rumah disemprot dengan tulisan keluarga tidak mampu.
Dua puluh delapan (28) keluarga penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) asal Desa Panulisan Timur mengundurkan diri dan mundur atau keluar dari program bantuan PKH yang selama ini diterimanya.Minggu (22/11/20).
Hal tersebut dilakukan dengan sadar dan dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani penerima PKH yang disaksikan para pendamping, petugas kepolisian, TNI dan pihak pemerintah desa Panulisan Timur.
Camat Dayeuhluhur Aji Pramono S.STP.menuturkan, saat ini tengah dilakukan upaya inventarisasi dan pendataan terhadap penerima bantuan pemerintah, baik PKH atau BPNT. dengan menggandeng pendamping dan pihak kepolisian.
“Hari ini pertama kali kita lakukan inventarisasi didesa Panulisan timur tapi belum semuanya, masih banyak desa-desa diwilayah kecamatan Dayeuhluhur kabupaten Cilacap yang belum terdata dalam program ini.
Ini kita lakukan secara bertahap dengan melibatkan pendamping desa saat ini dan sudah kita lakukan didesa Panulisan Timur dan teknisnya para penerima bantuan pada bagian depan rumahnya disemprotkan dengan bertuliskan keluarga miskin penerima bantuan PKH atau BPNT, ”ujar Aji, kemarin.
Inventarisasi yang dilakukan pada hari pertama tersebut dilakukan agar bantuan yang disalurkan pemerintah, benar-benar tepat sasaran dan bisa diterima oleh yang berhak.
“Ada penerima PKH yang tidak mau disemprot, karena mungkin malu dan akhirnya memilih mundur dari daftar penerima PKH. Total hari ini ada 28 warga yang sudah mundur dan kemungkinan besar akan bertambah lagi seiring program inventarisasi yang masih terus dilakukan, ”imbuhnya.
Saat ini, menurut Ari Aryanto S.Hum. Salah satu petugas dari SDM PPKH Kecamatan Dayeuhluhur ada sekitar 185 penerima PKH di Desa Panulisan Timur penerima program PKH yang tempat tinggalnya diberi cat semprot. Ia pun berharap, pihak-pihak penerima bantuan yang merasa dirinya mampu dan mapan secara ekonomi, segera mengundurkan diri dari program tersebut.
“Bantuan ini kan untuk masyarakat miskin. Kalau sudah mampu harusnya keluar dengan kesadarannya sendiri, ”ungkap Ari.
Sementara itu, Pendamping PKH Desa Panulisan Timur, Didi mengatakan kepada Wartawan Cyber88 "Inventarisasi yang dilakukan tim gabungan sebagai langkah awal, dengan cara menandai rumah-rumah penerima bantuan PKH dan BPNT dengan cat semprot.
“Awalnya ada inisiatif dari desa. Programnya dari Kemensos untuk pengentasan kemiskinan. Kalau tidak salah programnya SLRT. Jadi sebelumnya sudah kita sampaikan kepada para penerima bantuan bahwa nanti akan ada penandaan rumah-rumah para penerima bantuan dengan cat semprot dan alhamdulillah hari ini, ada 28 yang mengundurkan diri dan sudah merasa mampu dan mapan keluar atau mengundurkan diri dari Program PKH, ”jelasnya. (PURWANTI)


Komentar Via Facebook :