Oknum Staff Bawaslu Raja Ampat Paksa Ketua Panwaslu Misool Selatan Tandatangani Rekomendasi PSU
Ketua Panwaslu Distrik Misool Selatan, Jumadil Soasiu
CYBER88 | Papu Barat -- Ketua Panwaslu Distrik Misool Selatan, Jumadil Soasiu mengaku bahwa, ada oknum Staff di Bawaslu Raja Ampat yang mendesaknya agar menandatangani surat rekomendasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS Dabatan distrik Misool Selatan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Panwaslu Distrik Misool Selatan Jumadil Soasiu kepada Wartawan media ini di kota Waisai, Sabtu (12/12/2020) malam dini hari.
Jumadil juga membantah terkait dengan apa yang diberitakan oleh pihak Bawaslu Raja Ampat melalui Blog resmi Bawaslu Raja Ampat edisi (11/20) yang memberitakan terkait dengan adanya temuan pelanggaran di sejumlah TPS di Dabatan.
Kaitanya dengan hal tersebut, kata Jumadil, untuk TPS Dabatan tidak ada pelanggaran yang signifikan yang bisa dijadikan sebagai sebuah temuan.
"Begini pak Wartawan, TPS di Dabatan tidak ada persoalan,tapi dorang suruh saya untuk tandatangan surat rekomendasi PSU di TPS Dabatan", kisah ketua Panwaslu Missel.
Ia juga menegaskan, Bahwa dirinya didesak bahkan dipaksa untuk menandatangani surat rekomendasi PSU di TPS Dabatan oleh salah satu Staff di kantor Bawaslu Raja Ampat berinisial MW.
Jumadil merasa dan menduga bahwa, dirinya mau dikambing hitamkan oleh oknum di Bawaslu Raja Ampat dengan tujuan-tujuan tertentu,sebab itu,Ia tidak mau menandatangani rekomendasi PSU tersebut.
Menurut Jumadil, Jika ada temuan pelanggaran di lapangan, harusnya pengawas TPS yang bertindak lebih duluan untuk mengisi Form keberatan.
Namun, sambungnya. Hal tersebut tidak dilakukan karena memang tidak ada temuan pelanggaran pada saat pemungutan suara di TPS Dabatan.
"Bukan hanya didesak, bahkan saya dipaksa untuk menandatangani surat rekomendasi untuk PSU,yang jelas saya tidak mau tandatangani karena memang tidak ada temuan pelanggaran di lapangan, "tegasnya.
Jumadil juga merasa dijebak oleh salah satu oknum Staff Bawaslu Raja Ampat yang mengajukan pertanyaan kepadanya perihal kondisi di TPS Dabatan.
Kata Jumadil, Ia dihujani sejumlah pertanyaan dari oknum tersebut yang tujuannya untuk memancing.setelah itu,tanpa sepengetahuan Jumadil, Oknum Staff tersebut langsung menayangkan berita.
Terkait dengan hal tersebut, Jumadil merasa dirugikan dan menduga akan dikambing hitamkan oleh oknum Staff Bawaslu Raja Ampat itu.
Pertanyaan dari Oknum itu terkesan berisi desakan agar dirinya mengakui bahwa ada sesuatu yang terjadi di TPS Dabatan, padahal pada kenyataannya memang tidak ada temuan.
Ketua Panwaslu Distrik Misool Selatan,Jumadil Soasiu juga menegaskan,bahwa dirinya tidak akan menandatangani surat rekomendasi PSU tersebut.
"Yang saya sesalkan jika dia (MW) mau wawancara saya, setidaknya dia konfirmasi dulu sebelum naikkan ke berita, "sesal Jumadil menandaskan. (A.Macap)


Komentar Via Facebook :