Pendampingan Pembelajaran Daring Siswa dan Pembuatan Media Edukasi Daring Sebagai Upaya Penanggulangan Dampak Covid-19
CYBER88.CO.ID -- Pandemi Covid-19 adalah peristiwa menyebarnya Penyakit Coronavirus disease 2019 COVID-19 di seluruh dunia untuk semua Negara. Virus SARS-CoV-2 diduga menyebar melalui percikan pernapasan (droplet) yang dihasilkan selama batuk. Selain itu, virus ini dapat menyebar akibat menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah seseorang.
Pandemi COVID-19 merupakan musibah bagi seluruh penduduk di semua negara. Pada 2 Maret 2020, untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia. Seluruh bidang kehidupan manusia terganggu, termasuk bidang pendidikan. Akibatnya memaksa banyak negara memutuskan menutup sekolah, perguruan tinggi maupun universitas, termasuk Indonesia untuk mengurangi kontak orang-orang secara massif.
Di Indonesia banyak keluarga yang kurang paham melakukan sekolah di rumah. Pelaksanaan pengajaran berlangsung dengan cara online. Bersekolah di rumah bagi keluarga Indonesia adalah beban besar khususnya bagi produktivitas orang tua yang biasanya sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah. Demikian juga dengan masalah psikologis anak-anak peserta didik yang terbiasa belajar bertatap muka langsung dengan guru-guru mereka.
Sekolah perlu memaksakan diri menggunakan media daring. Namun dalam penggunaan teknologi banyak masalah yang menghambat terlaksananya efektivitas pembelajaran dengan metode daring diantaranya adalah keterbatasan penguasaan teknologi informasi oleh guru dan siswa, sarana dan prasarana yang kurang memadai karena perangkat pendukung teknologi yang mahal.
Di daerah Indonesia guru maupun murid masih banyak keterbatasan dalam penggunaan teknologi informasi yang sangat diperlukan saat pandemi Covid-19. Selain itu, akses internet yang terbatas masih belum merata di pelosok negeri. Tidak semua lembaga pendidikan baik Sekolah dasar maupun sekolah menengah dapat menikmati internet.
Jika ada pun jaringan internet kondisinya masih banyak keterbatasan. Masalah lain yang tidak kalah penting yaitu keterbatasan biaya. Ketika mereka menggunakan kuota internet untuk memenuhi kebutuhan media daring, kebanyakan masyarakat tidak sanggup membayarnya.
Ada dilema dalam pemanfaatan media daring, ketika menteri pendidikan memberikan semangat produktivitas harus melaju, namun disisi lain kecakapan dan kemampuan finansial guru dan siswa belum melaju ke arah yang sama. Negara pun belum hadir secara menyeluruh dalam memfasilitasi kebutuhan biaya yang dimaksud.
Dalam menanggulangi masalah dampak Covid-19 di bidang Pendidikan semua elemen masyarakat harus terlibat mulai dari pemerintah hingga orang tua siswa harus mendukung operasionalisasi di lapangan.
Maka dari itu, untuk membantu pemerintah, guru serta sekolah dalam mengatasi masalah yang sudah disebutkan Universitas Pendidikan Indonesia melalui KKN Tematik PPD Covid-19 membuat program pendampingan untuk guru dan siswa oleh mahasiswa sebagai upaya penanggulangan dampak Covid-19 di bidang Pendidikan serta pembuatan media edukasi daring berupa gambar atau video pencegahan covid-19 bagi masyarakat agar semua orang dapat membantu dalam menanggulangi dan mencegah dampak covid19 yang negatif semakin besar.
Program pendampingan dilakukan melalui di group whatsapp. Pendampingan yang dilakukan pada salah satunya pembuatan video latihan soal untuk membantu siswa mempersiapkan Penilaian Akhir Semester pada mata pelajaran Tematik Tema 4 untuk kelas 1 maupun kelas 2 di salah satu MI di Kec. Banjaran. Pembuatan soal latihan dibuat dengan menggunakan power point dengan desain kartun sesuai umur siswa yang diharapkan akan terlihat lebih menarik. Power point yang dibuat kemudian direkam dalam bentuk video dan diberi lagu yang ceria diharapkan dapat meningkatkan mood belajar siswa menjadi lebih bersemangat.

Pemberian Latihan soal dengan visual yang menarik dan disertai dengan musik diharapkan dapat menyeimbangkan fungsi otak kiri dan otak kanan siswa. Beberapa kemampuan manusia yang diproses otak kanan adalah mendengarkan musik, melihat warna, memperoses bentuk visual, seni, dll. Otak kiri lebih banyak digunakan untuk proses berpikir secara logika dan berbahasa, sedangkan otak kanan lebih berperan untuk proses intuitif dan visual. Video diunggah melalui Youtube kemudian link youtube video tersebut di kirimkan melalui whatsapp. Jika ada kesulitan atau ada yang perlu dibantu orang tua bisa langsung menghubungi melalui whatsApp.

Selain pendampingan, mahasiswa juga membuat media edukasi daring pencegahan covid-19 bagi masyarakat agar masyarakat dapat berkontribusi dalam mencegah dan menanggulangi dampak covid-19 di sekitar lingkungannya. Media dapat berupa gambar atau video yang menjelaskan informasi seputar pencegahan dan penanggulangan dampak covid-19.
Salah satu media yang dibuat yaitu poster yang dibuat menggunakan website dan aplikasi editor untuk pembuatan poster. Setelah mempelajari cara membuat poster yang meanrik dan informatif dilanjutkan dengan melakukan perencanaan konsep poster yang akan dibuat kemudian mencari sumber untuk bahan pembuatan poster lalu membuat desain dan gambar animasi yang sesuai dengan bahan yang sudah disiapkan, setelah itu proses editing poster setelah selesai poster tersebut di share via Instagram atau Whatsapp.
Beberapa poster yang sudah dibuat diantaranya tentang bagaimana cara memakai masker, adaptasi kebiasaan baru, dan kegiatan yang sebaiknya dilakukan ketika mendesak dan jika harus dilakukan maka perlu memerhatikan protokol kesehatan.

Melalui kegiatan KKN Tematik Pencegahan dan penanggulangan dampak Covid19 diharapkan mahasiswa dapat berkontribusi nyata untuk mengatasi masalah di bidang pendidikan dan ekonomi dan sekaligus memberikan edukasi mengenai adaptasi kebiasaan baru di masa Pandemi Covid-19.
Kontributor : Aghniya Nur Rahmani Kelompok 39 DPL : Asep Dahlyana, M.Pd. KKN TEMATIK PPD COVID-19.


Komentar Via Facebook :