Kapal Nelayan Asal Sulawesi Terdampar di Garut Selatan dan Menghebohkan Masyarakat
CYBER88 | Garut -- Peristiwa dipesisir Garut selatan, tepatnya di wilayah Sancang, Kecamatan Cibalong, dibuat heboh dengan adanya perahu nelayan yang terdampar dan di dalamnya ada anak buah kapal (ABK) yang terluka.pada Selasa (29/12/2020), sekira pukul 17.00 WIB.
Hebohnya penyebaran Video itu melalui medsos baik grup Whatsap atau Facebook menyebar dan menyebut ada ABK dibunuh didalam kapal kayu itu oleh rekannya saat sedang berlayar. Bahkan disebut perahu itu berasal dari Sulawesi.tapi dividio tidak terlihat satu orangpun ABK yang bisa dilintasi keterangan.
Kapolres Garut, AKBP Adi Benny Cahyono membenarkan adanya kapal yang terdampar di wilayah hukumnya itu. Namun, dia belum bisa memastikan apakah ada ABK yang ditusuk dan dibunuh sesama rekannya atau tidak. Dia mengaku masih menyelidiki informasi itu.“Ya betul ada kejadian itu (kapal terdampar),” katanya saat dihubungi, Selasa (29/12).
Informasi yang dihimpun kumparan, kapal itu merupakan kapal nelayan yang membawa 5 orang dan berlayar dari Pacitan. Belum diketahui maksud mereka berlayar di sepanjang garis pantai Jawa bagian selatan hingga ke Garut.
Saat di perjalanan beberapa mil dari perairan Garut, salah satu rekan mereka mengamuk dan menusuk rekan lainnya dengan pisau. Benny saat dikonfirmasi terkait hal itu belum menjawab.
Kapolres Garut AKBP Benny Adi Cahyono SH SIK M Si melalui Kapolsek Cibalong Iptu Aam Kunaefi S IP membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan Kapolsek, pihaknya menerima informasi dari Kades Sancang bahwa ada kapal nelayan penangkap ikan yang mendarat di lokasi Pantai Karang Gajah Desa Sancang Kecamatan Cibalong.
“Setelah mendapatkan laporan kami bersama anggota TNI dan anggota piket jaga langsung mendatangi ke TKP, dan setelah mendapat keterangan dari salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Agustinus Nelson Jonai, bahwa mendaratnya kapal Makmur 03 tersebut dikarenakan ada salah seorang ABK bernama Mohamad Ardi mengamuk dan menusuk salah seorang ABK lainnya dengan menggunakan senjata tajam berupa pisau dan kanco,” papar Kapolsek Cibalong.
Terduga atas nama Mohamad Ardi (27) warga Kp. Surantimoro Ds. Matirwangi Kec. Poleang Kab. Bombana Propinsi Sulawesi Tenggara.
Adapun kelima ABK yang saat ini masih belum ditemukan yakni Johan (50), Ikman (30), Utang (20), Heri (30), Blek (60), semuanya warga Sulawesi. Saksi yang selamat, Agustinus Nelson Jonai (20) warga Kp. Oepmion Ds. Mela Kec. Webana Kab. Kupang Prov. Nusa Tenggara Timur,Sementara Mohamad Ardi yang diduga sebagai pelaku sudah kami amankan di Mapolsek Cibalong,”Ujarnya.
Kapolsek melanjutkan, karena merasa terancam dan ketakutan, keempat orang ABK lainnya melompat dari kapal, sehingga empat orang ABK dan salah satu ABK korban penusukan sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. Berdasarkan keterangan saksi, kata Iptu Aam, sudah tiga hari berlayar di laut dengan jarak kurang lebih 200 mil dari pinggir pantai. (Abah Ajat)


Komentar Via Facebook :