Dampak Pandemi, Kondisi Saung Angklung Udjo Terpuruk
CYBER88 | Bandung -- Salah satu sentra kesenian di Kota Bandung, yakni Saung Angklung Ujdo diterpa isu kebangkrutan akibat pandemi-Covid-19 . Bahkan kini diketahui jumlah karyawannya telah berkurang banyak.
Sejak berdiri pada tahun 1967, Saung Angklung Udjo sendiri selalu jadi pilihan wisatawan maupun lembaga pendidikan untuk menimba ilmu seputar kesenian sunda khususnya angklung.
Namun, selama 10 bulan pandemi virus corona di Indonesia, nyatanya kunjungan wisatawan maupun lembaga pendidikan berkurang hingga 80 persen. Semula tempat wisata ini dikunjungi tidak kurang dari 500-700 orang per harinya, tapi sekarang menyusut hingga 20 orang per harinya.
“Rata-rata sehari itu 2-3 kali, dan tidak kurang dari 500-700 orang per hari. Sekarang hari Minggu aja hanya 20 orang rata-rata. Sehari, mungkin 4 orang, kadang-kadang kosong juga,” kata Pengasuh Saung Angklung Udjo, Sam Udjo saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Sabtu 23 Januari 2021.
Kunjungan yang loyo itu pun berimbas pada perampingan karyawan. “Mungkin sekarang sepertiganya karyawan dari yang dulu, dulu kerja 60-an orang terus pemain (angklung-red) itu ratusan banyak, sekarang ya karena tidak ada kegiatan apa-apa ya berarti ‘istirahat’ aja. Sekarang tinggal sedikit sekali, jumlahnya sangat turun,” tuturnya.
Kendati demikian, Sam Udjo mengaku bakal terus mengusahakan warisan ayahnya ini untuk tetap hidup dan tetap mengedukasi masyarakat tentang musik Sunda.
“Mudah-mudahan kami tidak, bukan artinya kami akan langsung tutup, tapi kami mengikuti perkembangan situasi saja, kalau terus-terusan menurun ya begitulah akhirnya. Namun, kami akan berupaya terus karena kami juga amanah dari orang tua harus tetap bertahan dengan berbagai upaya ya harus dilaksanakan terus,” harapnya.
Salah satu cara untuk terus menggeliatkan kesenian sunda di masyarakat yaitu dengan menggunakan virtual. Bahkan, ia mengaku pihaknya telah bekerja sama dengan salah satu sekolah di Negeri Jiran.
“Tim kesenian kami, adik saya mengadakan pertunjukan virtual, sampai sekarang juga masih cari jalan keluar seperti apa. Kebetulan saya itu membuat suatu langkah sudah coba dengan sekolah di Malaysia, itu learning angklung by virtual, karena banyak kendala jadi direvisi lagi. Diharapkan itu dapat bisa terus ada,” jelas Sam Udjo.***


Komentar Via Facebook :