Listyo Sigit Prabowo Terbitkan Telegram Kapolri Saat PPKM Jilid II
CYBER88 | Jakarta -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit menerbitkan Surat Telegram Kapolri yang ditandatangani Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto selaku Kaopspus Aman Nusa II Penanganan Covid-19.
Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali jilid II ini yang digadang-gadangkan guna menekan Covid-19. Namun, sebeumnya Presiden RI Joko Widodo menilai bahwa PPKM kurang maksimal.
Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan jika PPKM tahap II masih belim efektif dalam menekan laju penularan Covid-19. Pasalnya, Ia menilai PPKM tidak dilakukan secara optimal khusunya dalam menekan mobilitas masyarakat.
“Di samping itu, kebutuhan akan ketersediaan ruang isolasi dan ICU yang semakin tinggi dikarenakan banyaknya pasien Covid-19,” kata Komjen Pol Agus Andianto dalam keterangannya pada Selasa, (2/2/2021)
Surat Telegram bernomor ST/183/II/Ops.2./2021 menginstruksikan para Kasatgas dan Kasubsatgas Opspus Aman Nusa II-2021, serta para Kaopsda Kasatgas Opsda Aman Nusa II-2021 untuk melakukan sejumlah langkah. Berikut isi perintah yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri:
1.Melakukan analisa dan evaluasi (Anev) penanganan pandemi Covid-19 bersama Forkompinda, khususnya terkait dengan efektivitas pelaksanaan PPKM yang telah dilakukan dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat serta mendukung pemulihan ekonomi nasional.
2. Komunikasi, kerja sama, dan kolaborasi dengan Pemda, TNI, pihak rumah sakit, dan stakeholder lainnya untuk menambah kapasitas ruang perawatan dan isolasi pasien Covid-19 serta memprioritaskan perawatan di rumah sakit khusus untuk pasien yang sudah menunjukkan gejala berat/kritis dan bagi pasien yang masih menunjukkan gejala ringan dapat melaksanakan isolasi mandiri dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan, pihak rumah sakit, atau Puskesmas setempat.
3. Melakukan edukasi dan sosialisasi secara masif agar masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan (Prokes) terutama 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilisasi) serta mendukung pelaksanaan vaksinasi dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, artis atau influencer, dan lain-lain agar masyarakat tidak takut, serta mendukung segala upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
4. Melakukan pembinaan untuk membangun Kampung Tangguh Nusantara di wilayah masing-masing sehingga dapat berkontribusi secara nyata dalam rangka mencegah penyebaran dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
5. Meningkatkan kerja sama dengan Pemda (Satpol PP), TNI, dan stakeholder lainnya khususnya dalam pelaksanaan Operasi Yustisi Penerapan Protokol Kesehatan secara tegas dan terukur serta tepat sasaran.
6. Pelajari, pedomani, dan implementasikan di lapangan semua Surat Telegram Kapolri terkait penanganan Covid-19 dan penerapannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kearifan lokal di wilayah masing-masing.***


Komentar Via Facebook :