Kebun Buah Naga di Desa Majingklak Tawarkan Sensasi Petik Buah Sendiri
CYBER88 | Cilacap - Lesunya pasar lokal penjualan buah naga di wilayah Kabupaten Cilacap, membuat para petani di Desa Majingklak Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap Jawa Tengah beralih ke penggarapan agrowisata.
Pasalnya agrowisata buah naga ini mampu memberikan keuntungan saat buah naga lokal kalah dengan pasokan dari luar wilayah Kabupaten Cilacap. Minggu (21/2/2021).
( Kenangan Haji Rosim Nur Zamzam Bersama Bupati Cilacap Haji Tatto Suwarto Pamuji)
Menurut Ketua Kelompok Tani (Poktan) dan Ketua PHC Distrik Majenang Rosim Nur Zamzam mengatakan, "Agrowisata ini sangat membantunya mendapat keuntungan dari kebun buah naga seluas 2,1 hektare tersebut. Sebab menurutnya setiap hari libur, setidaknya ada 60 hingga 100 pengunjung yang datang untuk memetik buah naganya Antusias wisatawan ini memberi harapan baru bagi petani buah naga lain di Kecamatan Wanareja dan Distrik Majenang Khususnya Ujar Haji Rosim.

Haji Rosim Nur Zamzam menyebutkan "Pada hari libur atau akhir pekan, ia bisa menjual hingga empat kwintal buah naga kepada wisatawan". Meski begitu dia tidak lantas mencari untung besar, setiap kilogram buah naga dijualnya sama dengan harga pasar yakni Rp 10.000 hingga Rp15.000.
"Pengunjung tinggal memetik sendiri dan menimbangnya. Bisa langsung dinikmati". Ucapnya.
Ditemui di kebun buah naga, salah seorang pengunjung, Narsono S.Pd. mengaku baru pertama kali datang. Ia sengaja mengajak istri dan putrinya memetik buah naga sebagai salah satu pilihan wisata edukatif.
Meski ia sering meluangkan waktu bersama keluarga untuk berwisata, namun menurutnya aktivitas memetik buah naga menjadi alternatif yang harus dicoba. Setelah satu keranjang penuh berhasil dipetiknya, warga Dayeuhluhur ini kemudian menimbang dan membayarnya.
Buah Naga yang ada di Desa Majingklak awal mulanya dari Deot Warga Desa Majingklak Kecamatan Wanareja salah seorang mantan TKI yang baru pulang dari Malaysia dan membawa benih Buah Naga. (IYAN KOPRAL).


Komentar Via Facebook :