BPIP RI Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila kepada Pelajar SMP di Klaten
CYBER88 | KLATEN — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) terus mendorong penguatan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan pembudayaan nilai-nilai Pancasila kepada pelajar tingkat SMP di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kegiatan yang digelar melalui Direktorat Jaringan dan Pembudayaan bersama Biro Hukum dan Organisasi BPIP RI tersebut berlangsung di SMP Negeri 2 Trucuk, Kamis (20/8/2026).
Selain di SMP Negeri 2 Trucuk, kegiatan serupa juga dilaksanakan di tiga sekolah lainnya, yakni SMP Negeri 1 Cawas, SMP Negeri 3 Cawas, dan SMP Negeri 2 Trucuk
Sejumlah pejabat dan jajaran BPIP RI hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Plt Direktur Jaringan dan Pembudayaan BPIP RI Prof. Dr. Agus Moh. Najib, S.Ag., M.Ag., Kepala Biro Hukum dan Organisasi BPIP RI Edi Subowo, S.H., M.H., Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Jaringan dan Pembudayaan BPIP RI Galuh Ibrahim, S.E., M.M., serta Analis Hukum Ahli Madya BPIP RI Ibnu Tri Wijaya, S.H., M.H.
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klaten.
Dalam sambutannya, Prof. Agus Muhammad Najib mengatakan, penanaman pemahaman Pancasila perlu dilakukan sejak bangku sekolah. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya mampu menghafalkan lima sila, tetapi juga harus memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Generasi muda sekarang banyak yang hafal Pancasila, tetapi belum begitu memahami maknanya. Padahal mereka adalah calon penerus bangsa,” ujar Prof. Agus.
Ia menjelaskan, materi yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah konsep “Pancasila dalam Tindakan”. Artinya, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui perilaku nyata, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
“Pancasila dalam tindakan berarti tidak hanya menghafal teori atau sejarah Pancasila, tetapi bagaimana nilai-nilainya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Menurut Prof. Agus, penerapan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghindari bullying, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta mencari solusi yang memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Trucuk, Eko Widodo, menyampaikan apresiasinya kepada BPIP RI dan Kesbangpol Kabupaten Klaten yang telah memberikan kesempatan kepada pihak sekolah untuk mengikuti kegiatan pembudayaan nilai-nilai Pancasila.
Ia berharap materi yang diberikan tidak berhenti sebagai pengetahuan bagi siswa, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya sekolah.
“Harapannya nilai-nilai Pancasila ini menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah,” kata Eko.
Ia mencontohkan sejumlah kebiasaan positif yang terus dibangun di lingkungan SMP Negeri 2 Cawas, seperti menjaga nasionalisme melalui upacara bendera, mencegah bullying dan perundungan, serta membiasakan siswa menjaga kebersihan lingkungan.
Salah satu program yang terus dijalankan sekolah adalah “LISABILAH” atau Lihat, Pungut, Pilah. Program tersebut menjadi salah satu upaya sekolah dalam membangun kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan.
“Program LISABILAH sudah lama kami gaungkan dan insyaallah sudah menjadi budaya di SMP Negeri 2 Trucuk” ungkapnya.
Namun demikian, Eko mengakui bahwa perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial menjadi salah satu tantangan dalam pembinaan karakter siswa.
Untuk mengantisipasi dampak negatif penggunaan telepon seluler, pihak sekolah menerapkan aturan bahwa siswa hanya diperbolehkan membawa ponsel apabila diperlukan untuk kepentingan tugas pembelajaran dari guru.
Melalui kegiatan tersebut, BPIP RI berharap pembudayaan nilai-nilai Pancasila dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, khususnya di lingkungan pendidikan.
Upaya tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya memahami Pancasila secara teori, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari serta memiliki karakter kuat sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.


Komentar Via Facebook :