Viral Tiket Umbul Brondong Dipersoalkan, Kades Ngrundul Buka Suara: “CCTV Sudah Kami Cek”

Viral Tiket Umbul Brondong Dipersoalkan, Kades Ngrundul Buka Suara: “CCTV Sudah Kami Cek”

CYBER88 | KLATEN – Polemik dugaan kejanggalan tiket masuk di objek wisata Umbul Brondong, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, akhirnya mendapat tanggapan dari pemerintah desa setempat.

Persoalan tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial setelah akun Facebook bernama Catur Wulandari mengunggah keluhan di grup Kabar Klaten News, Minggu (4/10/2026).

Dalam unggahannya, Catur mengaku membeli tiket masuk untuk dua orang. Namun, struk yang diterimanya justru tercetak dengan keterangan hanya untuk satu orang.

Dalam foto yang diunggah, terlihat struk dengan No Order 59170, waktu transaksi 04-10-2026 pukul 08:14:50, serta nama customer tercatat sebagai Guest.

Unggahan tersebut kemudian memunculkan berbagai tanggapan dan pertanyaan warganet mengenai sistem penjualan tiket di salah satu objek wisata yang dikelola melalui BUMDes tersebut.

Merespons ramainya persoalan, Kepala Desa Ngrundul, Hari Purnama, akhirnya buka suara. Ia mengatakan pihak desa telah melakukan pengecekan internal untuk memastikan kebenaran transaksi yang dipersoalkan.

Tak hanya memeriksa sistem tiket, pihak desa juga mengecek rekaman Closed Circuit Television (CCTV) pada waktu yang tercantum dalam struk.

“Sudah dilakukan pengecekan CCTV di jam tersebut dan terlihat hanya satu orang perempuan di loket,” ujar Hari Purnama kepada Mas Wartawan, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, sistem tiket di Umbul Brondong saat ini telah menggunakan sistem komputerisasi. Setiap transaksi yang dilakukan oleh petugas loket akan langsung tercatat dalam sistem dan kemudian tercetak pada struk pembayaran.

Berdasarkan hasil pengecekan tersebut, pihak desa menyatakan belum menemukan adanya indikasi penggelapan tiket maupun pelanggaran prosedur yang dilakukan petugas loket.

“Tidak ada pelanggaran. Jumlah yang tercatat di sistem sesuai dengan yang terlihat di CCTV,” tegasnya.

Meski demikian, pihak desa tidak menutup ruang bagi pengunjung yang merasa mengalami ketidaksesuaian transaksi. Pengunjung dipersilakan melakukan klarifikasi secara langsung kepada pengelola BUMDes Umbul Brondong dengan membawa bukti transaksi atau struk yang dimiliki.

Hingga berita ini ditulis, pengunjung yang menyampaikan keluhan melalui Facebook tersebut belum memberikan keterangan lanjutan mengenai satu orang lainnya yang disebut masuk bersamanya.

Pihak pengelola BUMDes Umbul Brondong menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap pelayanan, termasuk sistem ticketing berbasis komputerisasi, guna memastikan setiap transaksi tercatat secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, polemik tiket Umbul Brondong kini bergulir pada dua bukti yang menjadi perhatian, yakni struk transaksi dan rekaman CCTV. Klarifikasi lebih lanjut dari pihak pengunjung diharapkan dapat membuat persoalan tersebut semakin terang.

Komentar Via Facebook :