Wamenkop Dorong Koperasi Kusuma Aji Tera Klaten Tembus Pasar Global Lewat Lurik Prasojo
CYBER88 | KLATEN —Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah,M.Si mendorong Koperasi Konsumen Kusuma Aji Tera atau Lurik Prasojo di Kabupaten Klaten untuk memperluas pasar hingga ke tingkat global.
Dorongan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Wamenkop Farida bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar ke Koperasi Kusuma Aji Tera di Klaten, Kamis (20/8). Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan "Sinergi Koperasi & Industri Wastra".
Koperasi yang telah berdiri sejak 1950 ini diharapkan terus mengembangkan lurik sebagai produk lokal yang memiliki daya saing. Selain itu juga untuk memperkuat ekosistem usaha tenun dan lurik di Indonesia.
"Kita ingin Koperasi Kusuma Aji Tera dengan Lurik Prasojo-nya naik kelas hingga ke mancanegara dan menjadi bagian dari ekosistem tenun dan lurik yang kuat seperti batik," tegas Wamenkop Farida dalam sambutannya.
*Koperasi Sektor Riil Jadi Penggerak Ekonomi dan Jaga Budaya*
Wamenkop Farida menekankan pentingnya koperasi sektor riil untuk menjadi penggerak ekonomi sekaligus menjaga warisan budaya. Menurutnya, Koperasi Kusuma Aji Tera menjadi contoh penguatan koperasi sektor riil produsen karya wastra yang mampu memperluas ekosistem usaha sekaligus membuka peluang menembus pasar global.
"Ke depan, Koperasi Kusuma Aji Tera diharapkan dapat memperluas kolaborasi dan membawa Lurik Prasojo semakin dikenal, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara," ujarnya.
Ia juga menyebut dukungan pembiayaan dari LPDB Koperasi akan mendorong Koperasi Kusuma Aji Tera memperluas ekosistem usaha lurik dan membangun kekuatan wastra lokal hingga pasar mancanegara.
Penguatan Koperasi Kusuma Aji Tera ini juga sejalan dengan arah pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai etalase produk lokal dari berbagai daerah di Indonesia.
*Lurik Punya Cerita dan Nilai Budaya*
Senada, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar menyampaikan bahwa lurik memiliki potensi besar di pasar internasional.
"Lurik tidak hanya menampilkan karya wastra, tetapi juga membawa cerita, nilai budaya, dan makna dari setiap motifnya," kata Wamen Ekraf Irene.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Koperasi dalam memperkuat koperasi sektor riil berbasis warisan budaya dan ekonomi kerakyatan.


Komentar Via Facebook :