Peluang Usaha Aneka Snack Camilan Abah Dasep Makin Meningkat pada Masa Pandemi
CYBER88 | Garut -- Dalam situasi Pandemi Covid-19 banyak pelaku usaha yang terpukul. Meski demikian, tidak sedikit yang justru mendapatkan berkah ditengah situasi yang tidak menentu ini. Salah satunya peluang usaha makanan camilan berbagai aneka snack.
Minat masyarakat terhadap produk yang membantu dan menemaninya saat beraktifitas dan menikmati waktu di rumah ikut meningkat, Camilan menjadi salah satu yang banyak dicari masyarakat.
Usaha aneka snack yang ditekuni Abah Dasep warga Kp.Cibolerang Rt 01 Rw 07 Desa Karangsari Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut dirinya mulai merintis usahanya membuat makanan camilan sejak 2015, awalnya biasa saja belum mengalami peningkatan secara signifikan.
Namun kondisi pandemi Covid-19 mengalami peningkatan produksi dan pesanan, adapun aneka snack yang di produksi yakni, Goreng kripik tempe, kripik singkong, kripik ubi, pisang aroma, macroni pedas, sale pisang seblak sale jari, sale lidah dan memiliki sebuah merk " AURELIA ".
Pemilik usaha aneka snack(camilan) Abah Dasep ketika ditemui Media Cyber88.Co.id Jum'at (12/3/2021) dilokasi tempat produksi snack mengungkapkan, tanpa kenal lelah dengan semangat usaha yang dikembangkan agar tetap bertahan bangkit setelah di terpa awal pandemi Covid 2020. Dalam menjalankan bisnisnya, Dia terus memutar otak bagaimana usaha bisa maju dan berkembang,
Dengan berbagai usaha promosinya untuk memasarkan produknya yang di jual, dia menambah beberapa varian dalam penjualannya. Dengan usaha yang dilakukannya kini telah memiliki banyak pelanggan dari kota Garut maupun berbagai luar kota.
"Alhamdulillah sekarang disaat pandemi Covid-19 usaha saya meningkat mencapai 60% dari biasanya, sekarang pun banyak orderan dan pesanan,kini omzet usaha yang diterima nilai bersih dalam sebulan mencapai 20 juta rupiah itu sudah diambil untuk bahan baku kue dan tenaga kerja,dalam sehari untuk pembuatan kue kami menghabiskan rata-rata 1 kwintal tepung terigu dan tapioka serta minyak sekitar 100 kilo gram," ungkapnya.
Meski demikian, Abah Dasep sempat kewalahan dengan peningkatan pesanan tersebut. Sehingga, pesanan terpaksa harus dibatasi, Selain itu dia juga menambah 15 orang hingga 20 orang tenaga kerja dari jumlah karyawan sebelumnya.
"Jadi selain memenuhi permintaan pelanggan yang meningkat, alhamdulillah saya juga dapat menyerap tenaga kerja atau dapat memberikan pekerjaan bagi yang membutuhkannya, karena produk makanan camilan kami khususnya kripik tempe oleh pelanggan(agen) sekarang sudah ada yang dikirim masuk ke mancanegara yakni ke negara Jepang dan Malaysia," pungkasnya. ( Suwito )


Komentar Via Facebook :