Pembangunan Tol Indralaya Muara Enim Zona Satu Prabumulih Muara Enim Titik Ahir Menggusur lahan Makam Leluhur, Warga Mengadu Ke Presiden RI
CYBER88 | Palembang -- Progres pembangunan Jalan Tol Palembang-Muaraenim ruas Indralaya-Prabumulih sepanjang 64,8Km sudah mencapai 30,4 persen dan ditargetkan rampung pada Semester II tahun 2022.
Sayangnya Untuk di Kabupaten Muara Enim tepatnya di desa Tanjung Raya Kecamatan Rambang, sedikit terkendala karena terbentur lahan makam leluhur Puyang Penate dan Sukme kemuning.
Juru kunci makam Puyang Penate dan Sukme Kemuning, Arius Ekabri (50th) saat ditemui Cyber88.co.id sepekan lalu mengatakan, “Areal makam pendiri Desa Kemuning yang sekarang pindah menjadi desa Tanjung Raya terjadi 500 tahun lalu. Lahan makam itu seluas lebih kurang 5.000 M2 (setengah hektare).

Arius dan warga setempat sangat marah perusahaan menggarap areal makam, maka Arius mewakili warga desa Tanjung Raya zuriat atau turunan dari leluhur puyang Penate dan Sukme Kemuning pada tanggal 15 maret 2021 mengirim surat kepada Presiden RI.
Dalam surat itu memohon agar oknum yang korupsi uang negara dengan berkedok menjual lahan bukan miliknya yaitu milik makam moyang Penate dan Sukme Kemuning dapat di tindak secara hukum dan dipenjarakan supaya ada efek jeranya.
Selanjutnya Arius mengharapkan kepada pihak pemerintah, panitia pembangunan Tol atau kontraktor pembangunan Tol Seksi Indralaya - Muara Enim zona satu Ahir, STA 71.850 sampai 71.900 dapat menyelamatkan areal makam leluhur puyang Penate dan Sukma Kemuning untuk dilestarikan makamnya adatnya.
Arius berharap, kepada pemerintah dan pihak pembangun jalan agar tidak terjadi lagi pengusuran lahan berikutnya. Karena menurut dia, hasil kesepakatan pemerintah dengan masyarakat turunan anak cucu alias zuriat leluhur Puyang Panate dan Sukma Kemuning tidak ada lagi penggarapan lahan di areal makam.

Foto udara pembangunan proyek jalan tol Trans Sumatera Ruas jalan tol Palembang-Bengkulu Seksi Indralaya-Muara Enim di Indralaya, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan
Dikatakannya juga, Makam tersebut pada waktu tertentu banyak dikunjungi peziarah zuriat alias cucu keturunannya. Baik didalam desa maupun diluar desa Tanjung Raya. Karena cucu dari leluhur Penate dan Sukma kemuning tersebar di Nusantara bahkan banyak yang telah menjadi pejabat, pengusaha, tni, polri, dll, “Ungkapnya.
Arius menjelaskan, jikalau pembangunan jalan Tol di digeser dari areal makam maka itu lebih baik, maka ruas jalan pembangunan lebih lurus dari pada saat ini jalan tsb ber- belok yg tujuannya diduga ada oknum untuk pengarahan untuk mendapat ganti rugi lahan.
Didalam surat keterangan kepala desa Tanjung Raya Kec Rambang kab Muara Enim tanggal 26 November 2020 yang ditandatangani oleh kepala desa Haryadi, ST, dijelaskan dijalur pembangunan jalan tol ruas Indralaya - muara Enim terletak dikawasan desa Tanjung Raya tepatnya antara titik STA 71.850 dan 71.900 terdapat makam Puyang Penate dan Puyang Sukma kemuning.
Didalam surat permohonan masyarakat tanggal, 3 Juli 2020 masyarakat menyatakan keberatan lahan tsb di jadikan lokasi jalan tol.
Arius menambahkan, untuk pemindahan ruas jalan dalam rangka menyelamatkan makam dan lahan Puyang Penate & Sukme kemuning, masyarakat desa Tanjung raya siap lahan nya dijadikan ruas jalan tol, tentu dengan kesepakatan sesuai harga yang telah ditentukan. (efk/bejo).


Komentar Via Facebook :