Ribuan Warga di Kabupaten Bogot Bakal Demo ke Kantor Bupati, Ini Penyebabnya

Ribuan Warga di Kabupaten Bogot Bakal Demo ke Kantor Bupati, Ini Penyebabnya

CYBER88 |  Bogor -- Ribuan petani dan masyarakat dari Desa Ciderum dan Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin berencana menggelar aksi damai ke Kantor Bupati Bogor pada Jumat mendatang. Aksi tersebut dipicu rusaknya saluran Irigasi Palayangan yang selama beberapa tahun terakhir menjadi sumber utama pengairan bagi lahan pertanian dan kebutuhan masyarakat di dua desa tersebut.

Andri salah satu warga mengatakan, kondisi kerusakan saluran irigasi cukup panjang yang sudah terjadi sejak tahun 2022 hingga saat ini belum mendapat penanganan maksimal. Akibat kerusakan tersebut, kedua desa mulai mengalami krisis air yang berdampak pada berbagai sektor, mulai dari lahan persawahan, perkebunan, kolam perikanan hingga kebutuhan sarana keagamaan masyarakat

Akibat kerusakan itu kami di Desa Ciderum Mengalami kesulitan air makanya hasil musyawarah dengan tokoh dan warga Desa Ciherang Pondok yang terkena dampak krisis air sepakat untuk mengadu ke Bupati dalam Minggu ini," kata Andri kepada Pakar Rabu 24 Juni 2026

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebagian pembangunan yang sempat dilakukan sebelumnya dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Bahkan, sebagian konstruksi yang telah dibangun kembali mengalami kerusakan akibat kondisi tanah yang labil dan  longsor di sekitar lokasi

Akibatnya, puluhan hektare lahan pertanian yang selama ini mengandalkan aliran dari Irigasi Palayangan mengalami kekurangan pasokan air. Kondisi tersebut membuat para petani mengaku kesulitan mengelola lahan, bahkan sebagian lahan terancam mengalami penurunan produktivitas

Warga menilai usulan perbaikan saluran irigasi sebenarnya sudah berulang kali disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sejak tahun 2022. Namun hingga kini, mereka mengaku belum melihat adanya penyelesaian yang benar-benar tuntas.

Ketua RW 03 Desa Ciherang Pondok, Ujang Suganda, membenarkan adanya rencana aksi damai menuntut pembangunan segera dilakukan, untuk mengatasi Krisis air bersih di dua desa. bahkan kata dia,  akan dilakukan warga kedua desa tersebut. Menurutnya, langkah tersebut diambil setelah berbagai upaya penyampaian aspirasi dilakukan namun belum membuahkan hasil sesuai harapan masyarakat.

"Benar kami akan melakukan aksi menyampaikan aspirasi ke Kantor Bupati Bogor dari warga dan petani kedua desa, Ciherang Pondok dan Ciderum. Sesuai hasil kesepakatan dengan para tokoh dan masyarakat karena yang terdampak itu Ribuan warga," kata Ujang Suganda. 

Ia menjelaskan, masyarakat hanya menginginkan adanya pembangunan permanen terhadap saluran Irigasi Palayangan agar persoalan krisis air yang selama ini dialami warga tidak terus berulang setiap tahun

Menurut Ujang, selama ini warga sempat melakukan berbagai upaya swadaya agar aliran air tetap berjalan. Salah satunya dengan menggunakan tong dan peralatan sederhana untuk mengalirkan air ke wilayah terdampak.  Mengingat, sudah banyak ikan matur kebun gagal dan sawah gagal panen. Namun cara tersebut dinilai hanya bersifat sementara dan tidak mampu bertahan lama.

"Selama ini air mengalir kecil dengan perbaikan swadaya warga menggunakan tong, namun tidak bertahan lama. Sehingga aksi ini solusi terakhir karena kami melihat Dinas PU Kabupaten Bogor kurang menanggapi keluhan masyarakat," kata Ujang Suganda.

Ia menambahkan, kerusakan irigasi yang dipicu longsor selama bertahun-tahun telah berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat. Selain petani yang kesulitan mengairi sawah, sejumlah warga juga mengeluhkan menurunnya pasokan air untuk kebutuhan lain.

"Kami berharap Bupati Bogor segera turun tangan. Karena irigasi ini sangat penting bagi masyarakat dua desa. Kalau dibiarkan terus, dampaknya semakin luas terhadap ekonomi warga," ujarnya.

Rencana aksi demonstrasi tersebut, kata dia, merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan dasar warga, khususnya terkait infrastruktur pengairan yang menjadi peno

Komentar Via Facebook :