Wakili Bupati Tanggamus, Asisten 2 Perekonomian dan Pembangunan Buka SLCN

Wakili Bupati Tanggamus, Asisten 2 Perekonomian dan Pembangunan Buka SLCN

CYBER88 | Tanggamus -- Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan badan meteorologi klimatologi dan geofisika BMKG menggelar sekolah lapang cuaca nelayan (SLCN) tahun 2021 di kantor pelabuhan sah bandar Kota agung kelurahan Pasar Madang kabupaten Tanggamus,Sabtu (10/04/2021) 

Kegiatan ini di buka langsung oleh Andi Cahyadi asisten 2 perekonomian dan pembangunan, mewakili bupati tanggamus.

Andi mengatakan, "100 orang pertama telah kami laksanakan di TPI lempasing di bandar Lampung pada tanggal 5 April 2021. Untuk lokasi kedua, peserta kurang lebih 31 orang. 25 orang dari kelompok himpunan nelayan seluruh Indonesia Kabupaten Tanggamus, ada perwakilan dari SAR ada perwakilan dari BPBD begitu juga penyuluh perikanan, "jelasnya.

Sekolah lapang cuaca nelayan, lanjut dia, adalah untuk menyajikan apa yang dikeluarkan  oleh BMKG melalui operator penyuluhan perikanan yang berkaitan dengan bagaimana meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Dikatakanny juga, ‘melalui sekolah lapangan cuaca nelayan diharapkan masyarakat tetap produktif sehat dan selamat dengan beradaptasi terhadap kondisi cuaca dan iklim di laut. 

Kegiatan berlanjut untuk memberikan pemahaman kepada penyuluh pelopor dinas dan ketua kelompok nelayan dalam memahami informasi iklim dan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG." Ucapnya melanjutkan.

"Mengingat kondisi masih dalam keadaan pandemi covid 19 peserta dibatasi hingga 30 orang dan tetap menerapkan protokol kesehatan, cuci tangan, dan memakai masker, "tambahnya.

Sukisno asisten 2 perekonomian dan pembangunan kabupaten Tanggamus mengatakan, "sebagian besar wilayahnya adalah wilayah laut mulai dari teluk semangka sampai ujung kelumbayan adalah menjadi perairan laut dan yang memungkinkan untuk mendapatkan lahan dari para nelayan untuk penangkapan ikan, "terangnya.

"Untuk meningkatkan sebesar-besarnya kesejahteraan, kata dia, nelayan selama ini telah memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan perikanan dan kelautan serta membangun ekonomi masyarakat pesisir dan pedesaan.

"Pengelolaan perikanan sangat bergantung pada sumber daya ikan yang dilakukan oleh nelayan dan pembudidaya. Namun, usaha penangkapan ikan tidak semudah menyantap hidangan. Nelayan menghadapi kesiko tinggi dalam melakukan pekerjaannya 8 jam lamanya. Nelayan membutuhkan waktu hingga 14 jam sekali berlayar, "bebernya.

Ia berharap agar teknologi pengolahan tepat guna perlu diterapkan agar dapat memberikan nilai tambah pada produksi produk hasil pelayanan.

"BMKG maritim provinsi Lampung hadir disini untuk memberikan pemahaman cuaca kepada nelayan karena selama beberapa tahun terakhir ini iklim di Tanggamus dan seluruh Indonesia pada umumnya sangat beragam dan dinamis serta penuh ketidakpastian, "tambahnya.

"Apalagi potensi hujan lebat dan angin kencang wilayah khususnya masyarakat dan dapat mengantisipasi bencana hidrometeorologi.

Contoh terakhir adalah badai “Seroja” melalui kegiatan ini nantinya bisa memahami informasi cuaca yang setiap hari dirilis oleh BMKG. Para nelayan yang hadir pada hari ini dapat menularkan ilmu yang lainnya.

Yang hari ini tidak hadir, untuk itu kepada narasumber dan pemateri saya berharap dapat menularkan ilmu terkait parameter kelautan seperti ketinggian gelombang arus informasi siklon tropis suhu dan sebagainya/

"Saya mengharapkan nanti berangkat melaut bukan untuk mencari ikan tapi langsung mendapatkan."Tutupnya.

Kegiatan di akhiri dengan memperlihatkan papan BMKG yang di pasang di pintu gerbang masuk pelabuhan gerbang kantor sah bandar dan di lanjutkan meninjau TPI (tempat pelelangan ikan) kota agung. [dilla]

Komentar Via Facebook :