TB Hasanuddin Kecam Kebrutalan Teroris MIT yang Bunuh 4 Petani, Minta Pemerintah Tumpas Kelompok itu

TB Hasanuddin Kecam Kebrutalan Teroris MIT yang Bunuh 4 Petani, Minta Pemerintah Tumpas Kelompok itu

CYBER88 | Jakarta -- Sebanyak empat orang petani di Lembah Napu, Desa Kalimango, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, diduga dibunuh oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Pembunuhan ini terjadi pada Selasa, 11 Mei 2021, pukul 07.30 WITA.

Empat korban itu adalah Lukas Lese, Marten Solo, Paulus Papah dan Simson Susah. Mereka sedang memanen buah kopi ketika didatangi lima anggota kelompok teroris MIT.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin mengecam keras kebrutalan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang membunuh empat warga desa Kalemago tersebut.

TB Hasanudin mengatakan, “MIT sudah sangat kelewatan lantaran membunuh rakyat yang tak berdosa.

Kata dia, “empat orang yang dibunuh MIT ini murni para petani yang harus dilindungi oleh Negara.

MIT sudah kelewatan membunuh rakyat yang tidak berdosa dan tidak tahu apa apa, “tegas Hasanuddin dalam keterangannya Jumat (14/5/2021)

Hasanuddin menyoroti aksi MIT sudah menebarkan teror di lingkungan masyarakat

Ia mendesak pemerintah agar segera memburu para pelaku teror yang telah membunuh rakyat dengan membentuk pasukan gabungan TNI-Polri

Pasukan gabungan ini harus mempunyai kemampuan khusus sehingga mampu mengejar para teroris dan bertempur di hutan hutan dan gunung, tukas Politisi PDI Perjuangan ini.

Hasanuddin menilai saat ini jumlah pasukan dan senjata yang dimiliki MIT masih terbatas Karenanya, kata dia, harus segera di selesaikan sebelum mereka menjadi besar.

Harus segera ditumpas, jangan sampai rakyat menjadi korban lagi, “tandasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun berdasarkan keterangan Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah Komisaris Besar Didik Supranato pada Rabu, 12 Mei 2021, “Semua korban ini berada di kebun yaitu di kebun kopi, kemudian berdasarkan keterangan saksi didatangi oleh lima orang.

Lima orang ini, salah satunya dikenal oleh saksi mereka adalah Daftar Pencarian Orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur yang bernama Qatar.” kata Didik Supranoto saat memberikan keterangan pers di Mapolda Sulawesi Tengah, Rabu pagi (12/5).

Kata Dididik, “Saksi kemudian melapor kepada Kepala Desa. Kepala Desa melapor ke Polsek, setelah itu Satgas Madago Raya mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), disitulah kita temukan di lokasi pertama ada dua korban. Tidak jauh dari situ ditemukan lagi dua korban lainnya, jadi jumlahnya ada empat yang meninggal dunia. (*Wawan )

Komentar Via Facebook :