Disinyalir Tak Sesuai Spek, Proyek Pengaspalan di Desa Cilengkrang Pasaleman Disoal LSM GMBI
CYBER88 | Cirebon -- Sejumlah anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) hati ini, Senin (17/5) mendatangi proyek pengaspalan di Desa Cilengkrang, Kecamatan Pasalemam, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Ujen, Ketua KSM LSM GMBI Kecamatan Pasaleman menjelaskan, kedatangan pihaknya ke lokasi proyek pengaspalan tersebut dalam rangka menjalankan peran fungsi LSM yakni sebagai sosial kontrol.
Kata Ujen, sebagai unsur masyarakat yang diwadahi LSM GMBI, pihaknya mempunyai kewajiban untuk mengawasi pekerjaan pengaspalan tersebut. Pasalnya, pengawasan baik dari instansi terkait maupun masyarakat sangatlah penting.
Karena, menurut Ujen, dengan pengawasan yang terencana dan cermat dapat mencegah terjadinya penyimpangan antara yang direncanakan dengan yang dilaksanakan.
Sehingga, lanjut dia, kualitas infrastruktur dapat dicapai sesuai dengan spesifikasi mutu yang telah ditetapkan. Dan tentunya tidak mengakibatkan kerugian Negara.
Dalam pekerjaan peningkatan jalan Cilengkrang-Tonjong dengan anggaran mencapai 7,9 miliar lebih yang bersumber dari DAK tahun 2021 ini, menurut penilaian LSM GMBI diduga terjadi penyimpangan.
Diantaranya, banyaknya material yang digunakan tidak sesuai dengan Standarisasi. Tentunya ini akan berpengaruh terhadap hasil pekerjaan, "Kata Ujen.
Tak hanya itu, Ujen pun menilai pihak pelaksanaan seolah tidak terbuka terkait anggaran pelaksanaan proyek miliaran tersebut.
Terkait adanya dugaan penyimpangan tersebut, pihaknya meminta kepada instansi terkait untuk menghentikan proyek pengaspalan tersebut. Pihak LSM GMBI pun meminta para pengawas pelaksana pekerjaan mengawasi secara cermat.
Sementara itu, Aldo, dari pihak pelaksana proyek yakni PT Wijaya Putra Parahiyangan mengatakan, terkait RAB dan lainnya pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan. [jk]


Komentar Via Facebook :