Optimalisasi Pendapatan BPHTB Melalui Peran Serta Notaris dan PPAT/PPATS

Optimalisasi Pendapatan BPHTB Melalui Peran Serta Notaris dan PPAT/PPATS

CYBER88 | Cilegon -- BPHTB kota Cilegon melaksanakan Penyuluhan Pajak Daerah UPTD dan pelayanan Pajak Daerah Wilayah lll BPKAD kota Cilegon, Senin (24/5/2021) yang bertempat di Convention Hall The Royale Krakatau Cilegon.

Acara tersebut dihadiri oleh Walikota Cilegon Helldy Agustian, Plt. Kepala BPKAD kota Cilegon, Kepala kantor Pertanahan Shamy Ardian, Eng. Kepala Kantor KPPP Pratama Arwin Krissandi, 

Kemudian, Ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Herywan Arifin, Kepala bidang Pajak Daerah BPKAD, Kepala UPTD pelayanan pajak wliayah lll serta jajarannya, para penyuluh PPAT-PPATS, Para notaris dan Camat se-Kota Cilegon. 

Dalam pidatonya Walikota Cilegon Helldy Agustian menyampaikan, salah satu kewajiban pemerintah kota Cilegon adalah meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, menyediakan pelayanan dasar pendidikan, menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak guna kemakmuran masyarakat Cilegon.

Pengelolaan pajak daerah merupakan hal yang komplek oleh karena itu mesti di lakukan secara seksama dan sungguh-sungguh. 

"Saya juga mengharapkan dukungan kerja sama dan peran serta dari rekan-rekan notaris dan PPAT/PPATS se-Kota Cilegon agar menerapkan aplikasi SIMBOCIL (Sistim Informasi Manajemen BPHTB Online Cilegon) sesuai dengan harapan kita bersama dalam hal transaksi," jelasnya.

"Kemudahan dalam pelayanan perpajakan daerah dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis elektronik atau online sesuai dengan perkembangan saat ini guna menyongsong kota Cilegon sebagai kota Cerdas yang modern," ujarnya.

Lanjut Helldy, pajak BPHTP ini merupakan nomor 2 tertinggi untuk saat ini dari target pajak kita 577 milyar sudah mencapai 573 milyar lebih.Jadi ini no 2 setelah PPJ Pajak Penerangan Jalan.

"Oleh karena itu kami berterima kasih kemudian hal-hal yang menjadi masalah di lapangan kita ingin bersinergi," terangnya.

Apakah sudah pantas Cilegon dengan harga PBB nya seperti itu? di rumuskan bersama mau di naikkan atau seperti apa nanti kita diskusikan,  mereka akan membuat tim kedepan supaya PRI kota cilegon jauh lebih meningkat,jauh lebih besar lagi, katanya.

Ditemui usai acara Kepala kantor Pertanahan kota Cilegon Shamy Ardian menjelaskan kepada media, Kota Cilegon dengan OPD-OPD termasuk BPN, bagaimana kita meningkatkan BPHTB, penerimaan perolehan tanah dan bangunan. 

"Tadi pak wali sendiri kan ingin mensinkronkan pajak dari PHPPS terus dan pajak-pajak restoran dan yang lain-lainnya supaya di mana kita ketahui kan BPHTB ini kan antara data NJOP itu kan masih sangat rendah tidak sesuai dengan harga pasar itu yang kok jadi konsennya pak wali," tuturnya.

 Zonanya tergantung harga pasar juga masing-masing daerah beda-beda, kalau di kantor orang sudah menggunakan tunai tanah untuk perhitungan PNBP layanan pertanahannya. 

Hal itu juga harusnya disesuaikan juga dengan data peta yang ada terkait NJOP penilaiannya harus disesuaikan karena kita pendekatan harga pasar, biar ngelihat transaksinya ril, jelasnya.

Lanjut, "Harapan ke depannya yang jelas BPN selaku instansi vertikal memang siap mendukung apa pun kebijakan pemerintah selama tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan Kota Cilegon kita pasti mendukung," tandasnya. [Kiky]

Komentar Via Facebook :