Parah! Jalan Penghubung Kecamatan Dayeuhluhur dan Wanareja Puluhan Tahun Tak Kenal Aspal

Parah! Jalan Penghubung Kecamatan Dayeuhluhur dan Wanareja Puluhan Tahun Tak Kenal Aspal

CYBER88 | Cilacap -- Sudah puluhan tahun jalan kabupaten di Desa Sumpinghayu, tak tersentuh aspal. Utamanya ruas Cigebeg Sumpinghayu ke arah Desa Jambu yang hingga saat ini kondisinya rusak parah. Padahal akses tersebut untuk menghubungkan dua Kecamatan yaitu Kecamatan Dayeuhluhur dan Kecamatan Wanareja.

Kartim Salah satu warga Dusun Cigebeg, Desa Sumpinghayu Kecamatan Dayeuhluhur, menjelaskan rusaknya jalan menuju desanya itu sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Menurutnya hampir setiap hari warga yang hendak beraktivitas harus berjibaku dengan kondisi jalan yang rusak parah.

“Sudah ada kalau 35 tahun itu jalanan tak pernah tersentuh aspal. Bisa dibayangkan kondisinya seperti apa,” ujarnya kemarin (30/5/2021).

Bahkan menurut Kartim kondisi kerusakan jalan itu bisa diukur dari terakhir jalan yang sudah di aspal hingga ratusan meter. Tidak sedikit jalanan hanya menyisakan batuan runcing dengan kondisi tanah yang bergelombang dan tidak stabil.

Namun yang paling berat menurutnya, saat jalan memasuki musim penghujan tiba. Kondisi jalanan yang nyaris menyisakan tanah itu menjadi becek, bergelombang serta licin untuk dilalui. Menurutnya tak sedikit kendaraan yang terjebak dan terpeleset di jalanan becek dan bergelubang itu.  Namun bagaimanapun, katanya, jalan itu tetap harus dilalui warga saban hari.

“Karena jalan itu adalah akses utama menuju pasar tradisional, pendidikan dan kesehatan yang berada di kecamatan Wanareja,” ujarnya.

Suhendar Warga Desa Jambu kecamatan Wanareja menjelaskan buruknya kondisi jalan tersebut terjadi hampir di sepanjang 9 kilometer. Melintasi dua desa, yakni Desa Sumpinghayu dan Jambu. “Kita sudah mencoba komunikasi ke berbagai sumber. Tapi sampai sekarang hasilnya masih nihil,” ungkapnya.

Menurut Kades Sumpinghayu Sanen yang menaungi beberapa dusun itu menjelaskan meski sudah ada dana desa selama beberapa tahun terakhir tak bisa digunakan untuk memperbaiki jalan tersebut. Lantaran kondisi jalan itu masuk wialayah pengelolaan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

“Kita mau anggarkan untuk betonisasi atau aspal juga tidak mungkin. Karena itu sebagian bukan wilayah kami. Sementara jika kita menunggu perbaikan, justru kita selalu bertanya akan dilakukan kapan?” ungkapnya kepada wartawan. Dia sangat berharap pada pemerintahan yang baru. Sehingga ada perbaikan jalan tersebut. (Kang Dadang).

 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :