Uden Caraka : Etik Jurnalistik Merupakan Rambu Jurnalis

Uden Caraka : Etik Jurnalistik Merupakan Rambu Jurnalis

CYBER88 | Bandung -- Dewan Redaksi Media Cyber88 Uden Caraka mengingatkan Cyber88 Journalis (CJ) untuk selalu patuh pada kode etik jurnalistik dalam melaksanakan tugas peliputan. 

Pasalnya, Kata dia, kode etik menjadi rambu-rambu selain ketentuan hukum yang kemudian membedakan wartawan media dengan masyarakat yang kini mulai terlibat aktif dalam penyebaran informasi sebagai citizen journalism.

"Kode etik jurnalistik merupakan rambu-rambu, ruh yang membedakan wartawan dengan penulis lain yang saat ini tumbuh tidak terkendali dan kadang dikeluhkan," ungkap Uden dalam acara ngopi Bareng Jurnalis Cyber se Pulau Jawa dan Madura, di Vila Biru Kota Bandung, Minggu (6/6/2021).

Dengan adanya kode etik, Lanjut Uden, wartawan mempunyai pedoman atau pegangan dalam menjalankan tugas peliputan secara profesional. 

Kode etik jurnalistik berfungsi sebagai landasan moral dan etika sebagai tuntutan dari tanggung jawab sosial seorang wartawan, "Terang dia.

Di samping kode etik, ada juga seperangkat peraturan perundangan yang harus ditaati wartawan. 

Meski kebebasan pers menjadi kekhasan negara demokrasi, menurut dia, kebebasan itu tidak berarti mutlak. 

Wartawan dilindungi oleh UU dalam menjalankan tugas peliputan. Tetapi sebagai warga negara, juga harus tunduk pada ketentuan hukum dan peraturan perundangan yang berlaku, “Ujarnya.

"Meskipun kita adalah pilar yang menopang demokrasi dan dilindungi UU, tapi kita juga warga negara. Oleh karena itu yang dijamin adalah kerja jurnalistiknya karena menyangkut kepentingan publik," jelasnya.

Uden juga menyampaikan, bahwa wartawan harus memiliki 4 elemen kapasitas. 

Keempat kapasitas itu adalah skill atau keterampilan, kesadaran, pengetahuan dan leadeship. 

Skill yang wajib dimiliki wartawan terkait 6M, yakni mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan mempublilasikan data.
 
Selain itu, Jurnalis juga harus memiliki kesadaran menyangkut lingkungan yang menjadi sumber atau objek pemberitaan dan juga terkait aturan-aturan yang berlaku.
 
"Pengetahuan, bukan hanya ilmu tentang jurnalistik, minimal pengetahuan di bidang kerja atau desk kita. 

Jika wartawan Politik  maka harus kenal seputar dunia Politik dan juga pengetahuan di luar desk," Bebernya. 

Wartawan pun harus punya jiwa kepemimpinan. Di dunia jurnalisme juga ada struktur organisasi dan wartawan tidak bekerja sendiri, "Pungkasnya. (Bang No).

 

 


Komentar Via Facebook :