Kontraktor Cilacap Melakukan Aksi yang Jarang Dilakukan di Daerah Lain
CYBER88 | Cilacap -- Unjuk rasa biasanya dilakukan oleh mahasiswa, karyawan, warga, dan lain-lain, Tapi kali ini di Kabupaten telah terjadi peristiwa yang jarang terjadi, yaitu Kontraktor demo. Senin. (21/06/2021).
Rekor unjuk rasa yang sungguh jarang terjadi di Indonesia, kurang lebih Seratus orang kontraktor malakukan unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Cilacap.
Unjuk rasa puluhan kontraktor ini di picu oleh rasa kurang adilnya dalam pelaksaan lelang di ULP, Kedatangan para Kontraktor ke Kantor Pemkab Cilacap ini menginginkan Transparansi dalam pelaksaan pelelangan. Ucap Sugeng salah satu kontraktor dari Cilacap bagian barat.
Massa dari beberapa aliansi kontraktor ini melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Pemkab Cilacap yang diguyuh hujan ini sambil membentangkan berbagai spanduk yang beraneka kalimat kritisi.
Para pengunjuk rasa menyanyikan lagu dari Iwan Fals berjudul Bongkar yang diputar melalui sound system yang dibawa memakai sebuah mobil pick up, Beberapa perwakilan pendemo melakukan orasi silih berganti dan puluhan petugas dari Polres Cilacap dan Satpol PP Cilacap bersiaga di depan gerbang guna mengamankan situasi aksi.
Pelaksaan aksi yang digelar di depan Pemkab Cilacap karena adanya dugaan berbagai monopoli atau persaingan yang tidak sehat atau adanya tender pada Dinas Pekerjaan Umum dan penataan ruang (DPUPR) Kabupaten Cilacap, bidang Bina Marga tahun 2021.
Para kontraktor menuntut keadilan pelelangan tender yang transparan olexible dan betul-betul diawasi oleh pihak yang berkompeten agar tidak salah dalam memutuskan siapa pemenang dari tender.
Widi Widianto selaku Koordinator aksi mengatakan bahwa, "Sebelumnya para pengunjuk rasa melakukan longmach dari eks Batalyon menuju gerbang kantor Bupati sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan 'Kalau sudah tau pemenangnya, kenapa harus dilelang', 'Kami minta ULP yang bersih dan transparan, jangan memenangkan perusahaan yang kasih duit doang', 'Kalau begini Cilacap mau dibawa kemana dan lain-lain. Ujar Widi.
"Para kontraktor dari berbagai paguyuban yang ada dicilacap ini menginginkan evaluasi pelelangan transparan dan yang menang tidak hanya itu itu saja. bukan dialog". Ujar Widi tanpa menyebut siapa yang menang lelang.
Setelah hujan reda ada negosiasi 10 perwakilan Kontraktor diijinkan masuk untuk beraudensi. Sempat terjadi ketegangan saat dalam negosisasi jumlah perwakilan dan hanya 5 orang yang diijinkan masuk.
Ada sambungan ketegangan saat para kontraktor dengan penjaga gerbang, karena disuruh swab, padahal mereka mengaku telah swab mandiri dari rumah sakit.
Untuk media hanya di ijinkan jurnalis Tv nasional yang bisa meliput ke dalam dengan alasan ruangan tidak memadai. (YAYAN).


Komentar Via Facebook :