Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Kantor UPP Kelas II Raja Ampat Dorong Program Padat Karya
CYBER88 | Papua Barat -- Paska Covid-19 menjara wilayah Indonesia, nampaknya secara nyata berfluktuasi pada pendapatan ekonomi masyarakat, baik masyarakat di perkotaan hingga pedesaan.
Pemerintah telah menyiapkan beberapa program, yang mana sebagai upaya untuk memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi ini.
Dengan upaya pemulihan tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kantor unit penyelanggaraan pelabuhan kelas II Raja Ampat menyelenggarakan program padat karya.
Program padat karya yang akan diselenggarakan tersebut akan melibatkan masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan kota waisai.
Yakni, sejumlah masyarakat di kampung Saonek dan sejumlah masyarakat di kelurahan Sapordanco Distrik Kota Waisai, Raja Ampat.
Program padat karya ini sebelumnya dikerjakan oleh pihak ketiga,namun karena adanya upaya untuk pemulihan ekonomi masyarakat karena dampak Covid-19, maka program ini didorong sebagai langkah taktis untuk membijaki peningkatan pendapatan masyarakat.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Raja Ampat, Anggita P. Marpaung mengatakan, Program Padat Karya tersebut merupakan instruksi Pimpinan Pusat,yakni menteri Perhubungan yang bertujuan untuk memperdayakan masyarakat dalam meningkatkan pendapatan ekonomi.
Sebelumnya Marpaung menerangkan,bahwa program padat karya itu sudah berjalan sejak satu tahun lalu.namun, khusus di Raja Ampat, baru bisa diselenggarakan pada tahun anggaran kali ini.
Dijelaskan, paket kegiatan padat kerja tersebut adalah paket pekerjaan Pemeliharaan Aset Barang Milik Negara yang dianggarkan Kementerian Perhubungan,saat ini, telah tercantum dalam Daftar Pengisian Anggaran (DPA) tahun 2021.
"Sebelumnya paket kegiatan itu dikerjakan oleh pihak ketiga.untuk tahun anggaran sekarang kita berdayakan masyarakat untuk melaksanakan pekerjaan itu dan pekerjaan yang akan dilaksanakan tidak memerlukan skill yang tidak terlalu tinggi".jelas Marpaung kepada sejumlah awak media usai pembukaan kegiatan padat karya di terminal pelabuhan Waisai, Selasa (22/6) WIT.
Terkait dengan paket pekerjaan yang akan dikerjakan nanti, Marpaung mengungkapkan, para pekerja hanya melakukan pengecatan dan pembersihan areal pelabuhan selama 3 hari untuk tahap pertama.
Kehadiran menteri perhubungan melalui program pemberdayaan masyarakat ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre JW Manuputty, Kepala Dinas Perhubungan Raja Ampat, Lasiman serta sejumlah stakeholder lainnya di Raja Ampat. [A.Macap]


Komentar Via Facebook :