Seorang Petani Karet Terancam Usai Suarakan Bansos di Desanya

Seorang Petani Karet Terancam Usai Suarakan Bansos di Desanya

CYBER88 | Tulang Bawang Barat -- Pasca pemberitaan sebelumnya yang berjudul "Seorang Petani Karet Mengeluh Tak Dapati Bantuan, Sekdes Indraloka Jaya Enggan Evaluasi Ulang Data", istri Kasmianto mendapat intimidasi dari beberapa pihak.

Saat dijumpai Cyber88 di kediamannya, warga Tiuh Indraloka Jaya, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, istri Kasmianto didapati dengan kondisi psikis yang berbeda. Ia mengaku, sempat disatroni Ketua RW dan RT yang mewakili Desa.

Dalam ceritanya, Rabu (23/6), istri Kasmianto didatangi Ketua RW dan RT yang kemudian menyaksikan suaminya (Kasmianto) dimarahi. Kejadian itu terjadi pada hari Minggu (20/6) kemarin. Kasmianto dimaki dan diancam, sewaktu-waktu akan dipanggil ke kantor desa.

"Mas Media, setelah beberapa hari sampean (kalian) datang ke sini, Pak RK dan RT kesini dan memarahi suamiku. Katanya malu-maluin Desa Indraloka Jaya dan membuat nama baik desa jadi jelek. Terus mereka ngomong, kapan-kapan suamiku harus datang ke balai desa kalau dipanggil. Kami jadi takut, Mas Media. Lagian kami juga nggak tahu kalau sampean itu wartawan," ungkap istri Kasnianto.

Kami (Cyber88) mengkonfirmasi Kades, namun sayangnya sedang tidak di rumah. Lalu, kemudian menyambangi Sekdes di balai desa, kebetulan sedang tidak ada. Namun, saat menghubungi via ponsel, tidak mendapatkan respon sama sekali.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, program bantuan pemerintah yang seyogyanya diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu, disinyalir meleset dari sasaran. Pasalnya, menurut keterangan sebagian warga tidak mampu yang tidak mendapati bantuan, justru warga yang dinilai mampu malah mendapatkan bantuan.

Sekdes tetap bersikukuh bahwa kesalahan tersebut terjadi karena data bantuan yang digunakan hasil kepengurusan desa sebelumnya. Sayangnya, pendapat warga bukanlah menjadi poin evaluasi, melainkan sebagai alibi. (Dilla)

Komentar Via Facebook :