Anak Penjual Jamu Gendong Terancam Putus Sekolah

Anak Penjual Jamu Gendong Terancam Putus Sekolah

CYBER88 | Samarinda -- Raut wajah sedih dan sayu tergambar jelas di wajah saliyem (51). Bagaimana tidak ia yang saat ini mengidap penyakit tekanan harus memikirkan putrinya yang saat ini belum diterima di sekolah manapun di Samarinda.

Sementara ia hanya seorang janda dan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dengan menjual jamu di seputaran jalan Cendana Samarinda. 

"Suami saya sudah meninggal sejak 2006 karena kecelakaan persisnya ketika putri saya lahir" jelasnya. 

Suami yang merupakan tulang punggung keluarga kini telah tiada dan mau tidak mau saliyem lah yang harus menggantikan peran tersebut demi menghidupi anak anaknya. 

Dengan kondisi seperti ini ia berjualan jamu mulai dari pagi hingga siang terkadang ia merasa tidak kuat karena tubuh yang mudah lelah karena penyakit yang dideritanya. 

"Saya kasihan melihat putri saya, tiap hari dia hanya diam dan merenung karena ketidakjelasan apakah ia bisa sekolah atau tidak" tambahnya. 

Sastri Nurdiana (14) merupakan putri ketiga dari ibu saliyem, saat PPDB 2021 mendaftar di sekolah menengah atas negeri di Samarinda namun karena jarak sehingga sekolah pilihannya tidak bisa menerima dimanapun, keinginannya hanya satu saat ini agar bisa bersekolah dan bercita-cita menjadi dokter agar kelak bisa mengobati penyakit ibunya. 

Beralamat di Jalan Cendana Gang 10 saat ini saliyem dan anaknya menempati rumah kontrakan, saat media ini menyambangi ke lokasi ia bercerita banyak mengenai kondisinya saat ini hanya berpenghasilan 50 ribu ia harus membayar rumah kontrakan dan modal untuk berjualan jamu gendongnya dan itu dirasa cukup berat. Ditambah lagi ia berjualan tidak setiap hari dan hanya saat tubuhnya dirasa cukup fit barulah ia berjualan.

"Saya memohon dan berharap pada Dinas Pendidikan dan yang berwenang bisa membantu anak saya untuk bisa bersekolah, saya sadari kami hanya orang tidak mampu, saya tidak bisa memberi apa apa dan hanya doa yang kami punya". Ujarnya sambil terisak. (Daus)

Komentar Via Facebook :