Saluran Irigasi di Sindangpanon yang Kerap Meluap dan Membuat Rumah Warga Kebanjiran Mulai Dibangun

Saluran Irigasi di Sindangpanon yang Kerap Meluap dan Membuat Rumah Warga Kebanjiran Mulai Dibangun

CYBER88 | Bandung -- Senyum ceria nampak dari wajah ibu rumah tangga berinisial E, salah satu warga Kampung Patala, Desa Sidangpanon, Kecamatan banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa barat, saat melihat para pekerja yang sedang membangun saluran air irigasi yang melintasi di muka rumahnya.

E tersenyum, lantaran selama dua tahun lebih telah menunggu dibangunnya saluran air irigasi tersebut. Kini, saluran air yang selalu meluap dan mengakibatkan rumahnya kebanjiran saat datang musim penghujan, kini diperbaiki oleh Pemerintah Desa.

“Alhamdulillah saluran irigasi yang selalu meluap dan membuat rumah saya kebanjiran kini telah mulai diperbaiki,” ucap E pada Cyber88.co.id, Jum’at (2/6/2021).

Ia mengatakan, sebelumnya dirinya merasa kecewa pada Pemerintah Desa yang seolah tak peduli dengan jeritannya. Pasalnya, di bagian hulu irigasi, sudah dibangun oleh Dinas Pengairan, dan di bagian hilir sudah dibangun dengan program yang dia tau yakni P3 TGAI. 

Namun, E pun memahami, kenapa saluran irigasi ini baru dibangun setelah sekian lama dan beberapa kali membuat rumahnya tergenang, karena anggaran di Desa terjadi Refocusing Covid-19.

Di lokasi pekerjaan terlihat warga setempat dengan semangatnya memulai melakukan pembenahan saluran irigasi tersebut secara swakelola. Nampak juga anggota BPD dari dusun III Agus Mamat dan Ketua RW 08 Adang Sukmana, serta Ketua RT 03 Patala Odin Wahyudin.

Ditanya terkait sumber dana yang digunakan, Agus mengatakan, Ia tak tau sumber anggarannya. Apalagi nilai anggaran dan RAB-nya.
 
Karena kata Agus, sebagai BPD di wilayah dusun yang membawahi Kampung Patala tak diberitahu oleh Kepala Desa atau TPK terkait pelaksanaan pembenahan saluran irigasi ini.  

Agus pun menyebut, dirinya akan berkoordinasi dengan pimpinan BPD untuk mengetahui apa yang menjadi pertanyaan masyarakat. Menurutnya, BPD punya hak untuk mengetahui secara spesifik terkait alokasi dana yang digunakan.

“Mungkin Pemerintah Desa memberitahukannya pada pimpinan BPD,” ucap Agus.

Meski demikian, ujar Agus, ketika dia diberitahu oleh warga adanya kegiatan pembangunan di wilayah dusunnya, sebagai anggota BPD, sesibuk apapun segera menyempatkan diri untuk datang ke lokasi kegiatan.

Hal yang sama disampaikan Adang Sukmana, Ketua RW 08, yang mengatakan dirinya juga tidak tahu jumlah anggaran yang akan dialokasikan di wilayahnya itu. 

Kata Adang, dirinya hanya diminta oleh aparat desa untuk mencari pekerja di wilayah setempat dan hanya tau biaya untuk ongkos kerja senilai 3 juta Rupiah lebih.

Meskipun Adang tidak tau jumlah anggaran, sebagai Ketua RW, dirinya sangat bersyrukur, permasalahan yang selama ini dialami oleh warganya akan segera selesai setelah dibenahinya saluran irigasi yang selalu meluap ke jalan. [AF]

Komentar Via Facebook :