Orang Tua Siswa Mengeluh, Oknum Kepsek di Pakenjeng Garut Diduga Gelapkan Dana KIP

Orang Tua Siswa Mengeluh, Oknum Kepsek di Pakenjeng Garut Diduga Gelapkan Dana KIP

CYBER88 | Garut -- Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan 17,9 juta siswa penerima bantuan pembiayaan pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) sekolah.

KIP tersebut merupakan salah satu program unggulan Presiden Jokowi dalam bidang pendidikan yang dijanjikan saat kampanye Pilpres 2014 lalu.

Program ini bertujuan menghilangkan hambatan anak usia sekolah secara ekonomi untuk berpartisipasi di sekolah. Dengan demikian, mereka memperoleh akses pelayanan pendidikan yang lebih baik, mencegah murid mengalami putus sekolah, serta mendorong anak yang putus sekolah kembali bersekolah.

Namun sayangnya, Dana operasional pendidikan pemerintah melalui KIP di Garut, Jawa Barat, banyak dikeluhkan orangtua siswa penerima bantuan.

Orang tua siswa meradang lantaran bantuan pendidikan yang seharusnya diterima seutuhnya oleh buah hatinya, justru menghilang tak berbekas dengan alasan yang berbelit-belit.

Meraka menilai telah terjadi dugaan penggelapan KlP yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah (Kepsek) di SMPN 02 Pakenjeng Kabupaten Garut berinisial E, Selain itu juga orangtua siswa mensinyalir ada pemufakatan bersama-sama dengan Staff TU di sekolah tersebut.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang Orang tua murid SMPN 02 tersebut. Menurut dia kejadian ini bukan kali ini saja. Hal tersebut pernah juga terjadi terhadap saudaranya yang anaknya sama-sama yang mendapat bantuan KIP tersebut.

"Salah satu siswa tersebut  merupakan penerima Program Indonesia Pintar sejak tahun 2019, Namun hingga saat ini hanya menerima Dana bantuan tersebut dua kali pada tahun 2019,"ungkap orang tua siswa yang tak mau disebut namanya itu pada Cyber88.co.id, Kamis (8/7/2021).

Dia juga menyampaiakn, dirinya mengetahui bahwa untuk bantuan  KIP tersebut senilai Rp.750.000, Namun dipotong Rp.250.000 dan baru menerima dua kali menerima. Sementara penerima KIP lainnya selain buku rekenignya dipegang sendiri pencarairan pun sudah beberapa kali.

Namun menurut pengakuan orang tua murid tersebut, cuma hanya dikasih uang dan menandatangani saja, Tanpa diberikan buku rekeningnya serta tanpa mengetahui pencairannya oleh siapa.

Orang tua murid menginginkan buku rekening tersebut diserahkannya, Namun sejak dari 2019 belum diserahkan juga kepada orang tua murid yang anaknya tersebut merupakan penerima manfaat dari program bantuan tersebut.

“Sementara buku rekeningnya berada di Kepsek SMPN 02 Pakenjeng berinisial E tersebut, “Kesal dia.

Selanjutnya kata dia, sudah dilakukanlah beberapa kali konfirmasi kepada E (Kepsek) perihal buku rekening KIP tersebut agar diserahkan. Tetapi E ini selalu berkelit dengan berbagai alasan sakit.

Menurut dia, Oknum Kepsek tersebut juga mengatakan buku rekening ada di Bank, hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa E ini sengaja mencari alasan. Hal itu juga dimungkinkan untuk tidak tercium apa yang diperbuatnya.

Setelah didesak E mengatakan, Bahwa buku rekenig tersebut akan diserahkan kepada orang tua muridnya, Namun yang diserahkan bukan buku rekeningnya tapi kartu ATM saja. Dari sini sudah  menjadikan sebuah praduga ada apa dengan semua itu, Selain itu disinyalir juga ada beberapa yang kasusnya sama seperti itu.

Oleh sebab itu pihak orang tua wali murid akan mengkroscek ke pihak Bank, guna membuktikan kebenaran apa yang dikatakan oleh Kasek E tersebut, “Kata dia.

Adanya hal tersebut, awak media beberapa kali berupaya untuk menghubungi E melalui pesan WhatsApp dan sempat berkomunikasi. Namun tak lama kemudian, E memblokir WhatsApp Awak Media. (gi)

Komentar Via Facebook :