Orang Tua Menjerit Tiga Calon Siswa Di Diskualifikasi, Diduga Panitia SPMB SMAN 2 Padalarang Tidak Profesional
CYBER88 | Bandung Barat - Sebelumnya tiga orang calon siswa mendaftarkan diri pada tahap dua SPMB dengan jalur afirmasi MBK(Murid Berkebutuhan Khusus) dan telah terverifikasi serta masuk rangking, namun pada rapat dewan guru kemudian siswa tersebut dinyatakan tidak lolos dengan alasan yang diduga dibuat-buat.
Padahal siswa-siswi tersebut telah menempuh prosedur dengan bukti surat keterangan dari dokter psikolog dari RS yang telah berlisensi sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
Senin 14 juli kemarin para wali murid mencoba menanyakan hal tersebut kepada pihak Panitia SPMB SMAN 2 Padalarang, namun jawaban pihak panitia bahwa surat keterangan yang dikeluarkan oleh dokter psikolog tidak sesuai dengan nilai raport siswa tersebut.
Padahal Jalur afirmasi Murid Berkebutuhan Khusus (MBK) tidak menggabungkan atau mensyaratkan kaitan antara nilai rapor dan surat keterangan dokter sebagai satu kesatuan penilaian.
Kedua dokumen tersebut merupakan komponen yang berdiri sendiri untuk kebutuhan verifikasi yang berbeda dalam proses penerimaan.
Kami merasa di vonis sepihak oleh pihak sekolah Pa, padahal semua prosedur telah kita tempuh sesuai prosedur jalur MBK serta tidak ada kepentingan lain yang menunggangi seperti yang di sampaikan oleh pihak panitia, kata salah seorang wali murid yang tidak mau disebutkan namanya, selasa(14/07).
Kami juga prihatin kepada anak-anak kami karena sudah masuk rangking tapi pada akhirnya tidak lolos dan mereka sekarang tertekan secara psikologi, imbuhnya.
Intinya kami minta keadilan dan perhatian dari pihak-pihak terkait terhadap kasus ini, jangan sampai anak kami menjadi korban dari kepentingan segelintir oknum yang menyalahgunakan jabatannya dan kami akan terus berjuang untuk anak-anak kami, pungkasnya. (yus')


Komentar Via Facebook :