Kebun Warga Desa Sialang Taji Sering Tergenang, Diduga Air Buangan Kebun Sawit Perusahaan

Kebun Warga Desa Sialang Taji Sering Tergenang, Diduga Air Buangan Kebun Sawit Perusahaan

Pipa PT MPI Leidong West, (Istimewa)

CYBER88 I Labura - Ratusan hektar perkebunan warga Desa Sialang Taji, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dalam beberapa tahun belakangan ini sering digenangi air. Minggu, (25/07/21).

Warga menuding genangan itu bersumber dari air buangan kebun kelapa sawit PT MPI Leidong West, yang berjarak sekitar 500 meter dari desa mereka.

Abdul Sani Lubis, salah seorang warga petani yang tinggal di perbatasan benteng Kebun tersebut menuturkan, air buangan dari perusahaan tersebut seharusnya mengalir ke sungai Kualuh, tetapi pembuangan ke benteng Kebun dimana terdapat parit yang dibuat pihak perkebunan.

Sehingga akibat curah hujan tinggi, perkebunan kelapa sawit PT MPI Leidong West tergenang air, lalu mereka memompanya ke saluran air sehingga mengalir ke beberapa 3 Dusun yang berbatasan dengan benteng perkebunan yaitu Dusun Kuala Pamingke, Cianjur, dan dusun Pokpohan. "Maka timbul banjir karena di PT MPI Leidong West tidak bisa menampung air dengan volume besar," katanya kepada Cyber88, Sabtu (24/7).

Mereka sangat mengecam pihak manajemen perusahaan yang dituding begitu semena-mena dalam melakukan pembuangan air di pembentangan areal perkebunan PT MPI Leidong West, air menggenangi kebun di jalur rajangan pengairan air di setiap titik penanaman pohon kelapa sawit seluas lebih kurang 1.400 ha Hak Guna Usaha (HGU).

Warga Desa Sialang Taji telah beberapa kali meminta perusahaan bertanggung jawab mengatasi masalah tersebut. Namun, hingga kini antara masyarakat dan perusahaan belum ada titik temu.

Masyarakat juga sudah mengadukan masalah itu ke Desa bahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten. Semoga melalui kepemimpinan Bupati Labura Hebat, Hendriyanto Sitorus bisa dapat menyikapi keluhan rakyatnya.

"Walaupun memang masih muda, kami yakin beliau sangat intelektual dan bijaksana dalam menyikapi aspirasi warga Desa Sialang Taji, jika perusahaan dapat membantu kami janji siap bekerjasama dengan perusahaan, selagi peraturan itu menguntungkan bagi warga sekitar perkebunan.

Memang ada mereka buat paret pembuangan dari pembekoan sepanjang lebih kurang 800 meter, tapi sepertinya sebagai syarat formalitas saja, terbukti lihatlah kondisi paret pembuangan tersebut begitu lama tak pernah terawat, sudah tempat kali semua.

Yang pasti berharap kepada perusahaan ini jauh panggang dari api apalagi cerita orang-orang, Manager Meidi ini agak kaku kemasyarakatan dan belum pernah sekalipun turun menjenguk kami bersama warga disini sebagai bentuk rasa perduli kepada warga tetangga kebun," tutupnya.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Manager Meidi Tilaar melalui Askep Jatmiko Sabtu (23/7/21) di kantor Kebun devisi IV & V cabang kebun  Kanopan Ulu estate di Desa  Sialang taji kecamatan Kualuh Selatan Labura, seorang asisten afdeling mengatakan, untuk sementara ini Askep sedang Cuti pulang ke Jawa.

"Jadi sebagai penggantinya, saya sebagai asisten yang merangkap pjs Askep nama saya  R. Simatupang. Begini pak, memang benar kami selalu membuang limpahan air ke waduk bekoan apalagi arealnya ada dikawasan kerja afdeling  saya tapi untuk penyaluran kelancaran alur air sudah kami siapkan, jadi tidak ada masalah lagi. Saat ini kami menggunakan 3 (tiga) unit mesin pompanisasi yang stand by di kamar mesin tapi ada 2 (dua) unit yang sedang mengalami kerusakan.

Kalau ada keluhan dari masyarakat tentang limpahan air hingga  menggenang di tanah kebun masyarakat itu hal wajar tapi akan segera teratasi sebab minggu depan kami sudah melaksanakan program pencucian areal terutama daerah  mana mana yg tempatnya  mengganjal lintasan air, Akibat terhalang tanaman air atau adanya gerusan tanah.

Tapi pencucian yang akan kami lakukan menggunakan alat berat excavator Beko, rencana nya akan dimulai minggu depan, tetapi start awal kegiatan kami dimulai dari lahan tanaman sawit kebun milik kami dulu, setelah itu selesai baru pencucian berlanjut di luar areal kebun sekitar tanah masyarakat biar jangan lagi terjadi genangan air," ucap PJs askep Ricardo Simatupang serius menjanjikan.

Komentar Via Facebook :