Anggota Komisi III DPRD Bogor Tak Berikan Keterangan Terkait Hasil Sidak Pekerjaan Perawatan Pengairan, Warga : Diduga Hanya Syarat Saja

Anggota Komisi III DPRD Bogor Tak Berikan Keterangan Terkait Hasil Sidak Pekerjaan Perawatan Pengairan, Warga : Diduga Hanya Syarat Saja

Sejumlah anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten bogor pada pekan lali Selasa 20 Juli 2021

CYBER88 | Bogor -- Terkait hasil sidak sejumlah anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten bogor pada pekan lali Selasa 20 Juli 2021, hingga kini mesyarakat belum mengetahui hasilnya. Seperti diberitakan sebelumnya, para aggota legistator tersebut seolah bungkam atau mungkin tak paham wilayah yang dibidanginya.

Padahal, dalam pengaduannya, tokoh masyarakat telah menyampaikan adanya hal-hal yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan. Tidak adanya keterangan atau pernyataan resmi dari perwakilan yang melakukan sidak, membuat masyarakat kesal.

Saat dikonfirmasi Cyber88.co.id Rabu (28/7) melalui WhastApp, Slamet Mulyadi Dewan dari fraksi PDI yang saat itu turun melakukan sidak mengatakan akan mengadakan rapat dulu dengan dinas yang bertanggung jawab dan akan menyampaikan hasilnya.

“Nanti saya ada rapat dg Dinas nya dan akan kita sampaikan masalah yang benarnya, Tulisnya.

Baca Juga : Masyarakat Pertanyaan Hasil Sidak Komisi III DPRD Bogor Terkait Perawatan Pengairan, Mereka Sebut Itu Hanya Formalitas 

Tak hanya awak media, Abah salawana yang merasa kesal selama satu pekan ini belum ada hasil dari Sidak Dewan itu juga mempertanyakan pada anggota Komisi III tersebut. 

Menurut Abah, Slamet Mulyadi mengatakan, pihaknya belum bertemu dengan penanggung jawab pekerjaan.

"Maaf saya belum ketemu pak Sule....Pak Sule ga berani lah ketemu saya..

Pak Sule nanti ada di lapangan kalau ga pasti dia ke Desa koordinasi sama pak Kadesnya ya Bah, "Demikian jawawab sang anggota DPRD tersebut, “Kata Abah, pada Cyber88.co.id Rabu (28/7/2021)

 "Ada apa dengan semua ini masa sih tidak ada satu pun hasil temuannya padahal sudah jelas pasir yang digunakan kadar lumpurnya sangat tinggi, "Cetusnya.

Padahal waktu itu yang melakukan sidak,Para anggota Komisi III yang membidangi pembangunan tersebut yakni, Slamet Muyadi Dewan dari praksi PDI-P dan didampingi dari Aan Triana (fraksi Partai Golkar) dan Feery Roveo (fraksi PPP), nampak menelisik pekerjaan tersebut, 

Harusnya, inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pekerjaan tersebut, pihak Komisi III yangmembidangi Pembangunan dapat mengetahui progres pembangunan tersebut. 

Namun anehnya, mereka (anggota Komisi III_Red) seperti kebingunagan. Apakah Sidak itu hanya Syarat saja? “Pungkas Abah. [ur]

Komentar Via Facebook :