Habitat Hutan Taman Nasional Teso Nilo Terancam
TNTN, Nasib Hutan yang Diperjualbelikan
CYBER88 | Pelalawan - Taman Nasional Teso Nilo (TNTN) yang terletak di antara tiga Kabupaten di Riau, Kuansing, Pelalawan dan Indragiri Hulu Provinsi Riau rusak parah. Sabtu, (31/07/21).
Habitat satwa dilindungi terancam, tak jarang gerombolan gajah dan harimau seruduk permukiman warga sekitar TNTN.

Hasil konfirmasi CYBER88, dengan Kepala Balai TNTN Heru Sumantoro, SHUT.MM di kantornya Pelalawan Jum'at (30/7/2021) mengakui hal itu.
"Kondisi TNTN, terburuk bila dibandingkan dengan Taman Nasional lainnya yang ada di Indonesia," ungkap Heru kepada sejumlah awak media di kantornya pada Jumat (30/7/21) sore.
Dikatakan nya, dulu luas hutan TNTN mencapai 81 ribu hektar, sekarang hanya tersisa 14 ribu hektar lagi. Personil TNTN yang ada saat ini, akan terus di optimalkan untuk menjaga dan melestarikan TNTN. Personil TNTN saat ini hanya berjumlah 50 orang.
Atas kondisi itu, Heru Sumantoro yang baru satu bulan menjabat, menggantikan Hansen Siregar, berjanji tidak akan henti melakukan upaya penyelamatan, dengan melakukan kemitraan dengan pihak Pemerintah daerah, pihak swasta dan masyarakat sekitar.
Kemudian ditempat terpisah, masyarakat sekitar Hutan TNTN Erwin saat di mintai keterangan menerangkan bahwa hutan TNTN ini banyak diperjualbelikan, dengan harga murah. Disana ada istilah di jual dengan "uang pengganti atau alas tumbang" dulu saya dengar harga nya berkisar 2 sampai 3 juta saja per hektar. Sementara di tempat lain gak dapat segitu," katanya
Selain itu, Hutan TNTN juga banyak di kuasai oleh oknum pejabat Daerah, mereka memliki ratusan sampai ribuan hektar kebun sawit yang berada dikawasan hutan TNTN ini terang warga sekitar kepada kru media.
Terkait kondisi Hutan TNTN ini, Erwin menyampaikan seharusnya negara berbuat sesuatu yang nyata.
"Jika TNTN ini beralih fungsi menjadi taman sawit, negara dalam keadaan bahaya. Karena kita tahu bahwa TNTN masih diakui sebagai paru-paru dunia, penghasil oksigen terbesar di Indonesia. Tetapi saat ini kondisi nya terancam musnah dan negara kita bisa kena denda oleh dunia internasional, jadi hal ini tidak bisa di biar kan, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia harus terjun ke lokasi di Riau, biar lihat langsung kondisi di lapangan," pungkas Erwin.


Komentar Via Facebook :