Tiga Remaja Penurun Bendera Minta Maaf

Tiga Remaja Penurun Bendera Minta Maaf

CYBER88 | Kuansing - Polres dan Wakil Bupati Kuansing menerima pengakuan 3 anak penurun bendera di kantor pemkab Kuansing.

Sebelumnya, Video penurunan bendera Merah Putih pada  HUT RI ke 76 oleh tiga anak muda berpakaian seadanya menjadi viral di media sosial masyarakat Kuansing.

Video yang di unggah pertama kali oleh inisial JK diakun Facebook nya, mendapat tanggapan dari Kapolres Kuansing AKBP Rendra Oktha Dinata, SIK M.Si melalui Waka Polresta Kompol Antoni Lumban Gaol, SH MH kepada CYBER88. Kamis (19/8/2021).

"Mereka bertiga sudah minta maaf, kepada masyarakat Kuansing khususnya, dan Indonesia umumnya. Namun, kita tetap akan dalami, dan menelusuri fakta - fakta di lapangan untuk penegakan hukum," ucap Waka Polres Kuansing.

Bersama Wakil Bupati Kuansing Drs H Suhardiman Amby AK MM, Kapolres Kuansing di wakili oleh Waka Polres Kompol Antoni Lumban Gaol, SH MH menerima kedatangan ketiga anak muda tersebut.

"Kedatangan mereka untuk meminta maaf kepada Pemkab Kuansing dan seluruh masyarakat Indonesia terkait penurunan bendera yang tidak menjadi kapasitas mereka pada waktu itu," terang Waka Polres

Penurunan bendera merah putih tersebut sempat heboh karena bertepatan dengan upacara HUT RI pada pagi harinya. Karena sebelumnya bendera merah putih tersebut di naikkan oleh pasukan Paskibraka Kuansing saat upacara HUT RI ke 76 di lapangan Pemda Kuansing.

Ketiga anak tersebut masing-masing berinisial DM, NZ dan HF, merupakan warga masyarakat Kecamatan Kuantan Tengah. 

Menurut pengakuan salah satu anak bernama DM, masih kata Wakapolres, bahwa mereka disuruh seseorang berinisial JK untuk menurunkan bendera.

"Kami pertama tak mau bang, tapi JK terus menyuruh kami supaya menurunkannya. Katanya, ini sudah jam berapa? Dan dia bilang sudah melapor ke protokoler. Makanya kami turunkan," kata Dm. Kemudian bendera diantar ke Pos penjagaan kantor bupati sambil menyerahkan kepada salah satu petugas. "Kami langsung pergi bang," kata DM, demikian Waka polres menguraikan Pengakuan salah seorang anak muda itu 

Ketiga anak tersebut, kata Waka polres menyampaikan permohonan maaf kepada Pemkab Kuansing dan seluruh rakyat Indonesia, 

Disamping itu, Wakil Bupati Kuansing Drs Suhardiman Amby dalam pers rilis menyampaikan, bahwa sesuai petunjuk penurunan bendera pada upacara ditiadakan.  

‌"Penurunan bendera seyogyanya diturunkan oleh petugas yang sudah ditunjuk dan itu diturunkan setelah upacara virtual di Jakarta. Makanya petugas belum menurunkannya. Ternyata, adek-adek ini sudah menurunkan sebelum waktu penurunan," terang wakil Bupati Kuansing dalam pers rilis nya.

Komentar Via Facebook :