Disorot Adanya Dugaan Penyimpangan, Dindik Enggan di Konfirmasi

Disorot Adanya Dugaan Penyimpangan, Dindik Enggan di Konfirmasi

CYBER88 | Pekalongan - Mekanisme pengelolaan rehabilitasi gedung sekolah Kota Pekalongan yang didanai oleh anggaran DAK Fisik 2021 diduga rentan terjadinya penyimpangan.

Pola tambal sulam material yang memperbolehkan penggunaan barang bekas bongkaran, dikhawatirkan memicu persoalan. Disamping  menurunkan tingkat mutu bangunan sekolah, pola.inipun tak berkepastian  dalam penilaian barang bekas yang bisa dimanfaatkan, ataupun yang seharusnya diafkirkan.

" Tambal sulam kayu, pada kusen.  Pengadaan kayu reng-usuk dan Penggunaan batu bata bekas bongkaran perlu parameter yang jelas. Karena yang digunakan untuk belanja adalah uang negara dengan kepastian tanggungjawabnya. Disamping itu pula, sekolah sebagai penerima manfaat jangan sampai mendapatkan fasilitas yang tak jelas kwalitasnya. " Terang Irul wartawan mitra pol Pekalongan

Konfirmasi kepada dinas pendidikan  dan kebudayaan ( Dindikbud )Kota Pekalongan, mengalami hambatan. Ruang komunikasi yang selayaknya dibuka lebar untuk memberikan penjelasan dan keterangan pun Sulit diperoleh oleh publik. Padahal, satker pelaksana dana negara tersebut ada pada OPD yang bersangkutan.

Keluhan para awak media, terungkap saat rencana mediasi dengan kepala dinas. Ungkapan sempat terlontarkan ke pegawai yang mewakili kepala dinas yang berhalangan untuk menemui tamu audensi. Pegawai kedinasan pun hanya menaggapi, bahwa pihak pihak yang hendak dikonfirmasi sedang sibuk kegiatan dan rapat.  

" Bapak kadin sedang rapat di Setda, dan sudah dihungi akan tetapi beliau tidak bisa meninggalkan rapat. Saya diutus untuk mewakili menemui teman media " kata Muhamad Husni, pegawai dinas.

Hambatan komunikasi antara dinas dengan media, dalam rangka memberikan informasi pembanguan di tingkat sektoral kepada publik, juga mendapatkan sorotan dan tanggapan dari beberapa pihak.

" Tanpa ruang publik yang cukup disediakan  oleh OPD, akan berdampak berkurangnya informasi pembangun pemerintahan yang dipimpin oleh kepala daerah. Hal ini  menjadi preseden buruk dalam  visi menciptakan GOOD.  GOVERMANT. Jelas Feri. (HENDRI).

 

Komentar Via Facebook :