Habiskan Anggaran Rp. 322 jt, Program Pamsimas di Desa Haur Gombong Dinilai Warga Tak Layak Pakai
CYBER88 | Sumedang -- Pemerintah telah mengelentorkan anggaran ratusan juta untuk setiap titik kegiatan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di seleruh wilayah negara kesatuan republik Indonesia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan praktik hidup bersih dan sehat di lingkungan Masyarakat
Dengan adanya Pamsimas ini, tentu saja dapat membantu masyarakat akan kebutuhan air minum dan sanitasi yang sipatnya berkelanjutan.
Namun sayangnya, program Pamsimas di Desa Haurgombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, dinilai warga tak layak pakai. Pasalnya, air yang ditampung dan akan dialirkan ke rumah - rumah warga, berasal dari resapan air yang terkontaminasi.
Menurut salah satu warga sekitar yang tak mau disebut namanya, program pamsimas yang menelan anggaran ratusan juta ini, untuk mendapatkan air bersih idealnya dengan melakukan pengeboran.
Sumur resapan dengan tingkat kedalaman ± 5 Meter itu, rentan terkontaminasi, karena kedalaman 5 Meter itu merupakan air permukaan tanah bukan air dalam tanah, "Ucapnya, pada Cyber88.co.id
Hal senada disampaikan warga lainya. "Coba saja bapak lihat ke lokasi sumur tersebut, kan lokasinya juga berdampingan dengan selokan yang notabene selokan tersebut dipakai sebagai pembuangan kotoran sapi.
Setidaknya air sumur serapan tersebut bisa saja terkontaminasi kotoran sapi juga, karena hanya digali dengan kedalaman 5 Meter, "Ucap dia.
"Jadi mau bisa di pakai sebagai sumber air bersih gimana oleh warga sekitar, kalau memang sumur tersebut di buat hanya berkedalaman ± 5 Meter Saja, padahal anggaran pembuatan sumur Pamsimas tersebut hingga mencapai 322 Jt, dikemanakan anggaran sebesar itu, "Lanjutnya.
Hingga sekarang pemasangan paralon ke setiap rumah warga yang membutuhkan air bersih dari program Pamsimas tersebut belum juga terpasang, "Pungkasnya.
Menurut keterangan Dadang, Kepala Desa Haurgombong, Pembuatan Pamsimas didesanya itu didanai dari Dana Banprop sebesar ± 290 jt, ditambah dari Dana Desa sebesar ± 32 jt, dan dari Swadaya masyarakat sebesar ± 13 jt.
"Pembuatan Sumur Pamsimas kali ini, diperuntukan untuk masyarakat yang ada di daerah kampung Cigembong dan Kampung Cipareuag, dengan kedalaman
sumur resapan tersebut dibuat sedalam ± 5 Meter dan lebar serta panjang sumur berukuran ± 5 x 5 Meter, "Jelas Dadang pada Cyber88.co.id, Jum,at (3/9/2021).
Dadang menambahkan, "Sumur resapan tersebut dibangun di atas tanah yang dihibahkan oleh salah satu warga sekitar, dan kebetulan didalam galian sumur resapan tersebut terdapat sumber mata air.
Sementara untuk masalah uji kelayakan bisa atau tidaknya dipakai oleh warga sekitar sebagai air yang sehat, yang mana sample airnya itu sudah dibawa oleh orang Dinas Kesehatan, sampai sekarang kami juga belum bisa terima hasil test LAB nya, "Terang Kades.
Sementara itu, Cahya salah satu pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Menjelaskan, "Barusan saya mendapat informasi dari orang yang mengambil contoh air Pamsimas Di desa Haurgombong tersebut
"Kata orang yang dihubungi oleh saya itu, sewaktu pengambilan air untuk dibawa ke LAB, airnya itu diambil dari kran salah satu warga desa Haurgombong, "Ungkapnya.


Komentar Via Facebook :