Drg.Ridhonaldy: Berita Tentang RSUD Kota Dumai Kolaps Tidak Benar
CYBER88 | Dumai - Direktur RSUD Kota Dumai membantah adanya informasi tentang Kolaps nya kondisi RSUD Dumai saat ini.
"Berita nya itu tidak benar bang," ujar Plt Dirut RSUD Kota Dumai, Drg.Ridhonaldy tadi menjawab pertanyaan kru media ini. Kamis, (09/09/21).
Adanya balasan WhatsApp dari Drg Ridhonaldy itu sehubungan dengan adanya pertanyaan kru terkait kebenaran isi pemberitaan salah satu media online yang menyebut kalau kondisi RSUD Dumai akhir akhir ini kolaps.
Konon menurut isi pemberitaan media online tersebut, bahwa RSUD Dumai mengalami Kolaps semenjak Drg Ridhonaldy menduduki jabatan strategi di RSUD Dumai.
Ironis nya menurut sumber kru CYBER88 kondisi RSUD Kota Dumai mengalami Kolaps di saat, pemerintah Dumai menjadikan RSUD Kota Dumai dalam skala perioritas.
"Bahkan Walikota Dumai, H. Paisal sendiri dalam visi dan misinya berjanji akan memberikan berobat gratis bagi masyarakat dumai yang tidak mampu," ujar seorang pria berinisial Glng kepada kru CYBER88.
Bahkan lebih lanjut Glng mengatakan, bahwa Plt Dirut RSUD Kota Dumai Drg.Ridhonaldy pilihan Walikota Dumai, H. Paisal SKM MARS,diduga tidak mampu mengelola menajemen RSUD Kota Dumai secara profesional dan terarah.
Perkataan Glng ini juga diperkuat hasil investisigasi Pimda Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (Lembaga K.P.K) LBH POSBAKUMADIN dilapangan .
Dimana dari hasil wawancara tim tersebut ke pada salah seorang Aparatur Sipil Negara yang bertugas di RSUD Dumai menyebut ASN di RSUD Dumai itu kabarnya mengaku kepada tim Pimda Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (Lembaga K.P. ) LBH POSBAKUMADIN kalau saat ini hutang RSUD Kota Dumai mencapai 30 Milar rupiah.
Hal senada juga disampaikan sejumlah tenaga honorer di RSUD Kota Dumai. Kepada kru CYBER88 tenaga kerja honor itu mengaku telah berbulan bulan tidak dapat honor dari pihak RSUD Dumai.
"Jangan kan persediaan obat obatan untuk pasien. Honor kami aja yang jumlah nya tidak seberapa bisa tersendat," ujar salah seorang tenaga honorer RSUD kepada kru CYBER88.
Menurut tenaga honorer ini, sudah hampir dua tahun pembenahan tentang obat obatan kurang diperhatikan.
Bahkan menurut sumber akhir akhir ini banyak pasien COVID-19 meninggal di RSUD Dumai akibat krisis persediaan oksigen.
Berbeda dengan dr.syaiful selaku Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai Dumai, saat di klarifikasi wartawan terkait banyaknya permasalahan yang ada di RSUD Dumai. dr. Syaiful justru mengatakan.
“Saya tidak bisa berkomentar apa-apa, laporan tidak ada masuk pada kami selaku dewan pengawas, jika ada laporan masuk terkait RSUD Dumai, kami selaku dewan pengawas akan menindak lanjuti, membentuk tim dan berkoordinasi langsung serta menerima arahan dari Wali Kota Dumai terkait RSUD Dumai," ujar Saiful menjawab klarifikasi wartawan.
Bahkan saat ditanyakan terkait uang jasa covid-19 yang belum di bayarkan, dr. Syaiful mengatakan,” uang jasa covid sudah kita bayarkan beberapa hari yang lalu," ujar dr. Syaiful seraya mengatakan kalau masalah lainnya di RSUD Dumai dirinya tidak tahu-menahu.
" Kalau masalah covid-19 silahkan saja bertanya," ungkap juru bicara Tim Satgas COVID 19 Kota Dumai, dr. Syaiful.
Sementara Wali Kota Dumai, H Paisal SKM MARS saat di konfirmasi terkait permasalahan RSUD Kota Dumai saat ini. Mantan Kepala Dinas Kesehatan ini justru berkata, "Sekarang hampir semua RSUD daerah di Indonesia Kolaps, karena pertama klaim tagihan pelayanan dari Kemenkes sampai saat ini blm cair termasuk klaim ke BPJS kesehatan. RSUD dituntut memberikan pelayanan terbaik, tapi anggaran tidak mencukupi. Bersama kita berdoa agar Covid 19 cepat berlalu dan pembayaran klaim untuk RSUD lancar," ujar H Paisal lewat WhatsApp seakan membenarkan isi pemberitaan salah satu media online yang menyebut RSUD Kota Dumai Kolaps. (Red)


Komentar Via Facebook :