Yakimsa: Hati-Hati Provokasi dan Adu Domba Jelang Munas Ika Ikopin 2021
CYBER88 | Bandung -- Pemberitaan yang terkesan mengarah provokatif dalam perhelatan bakal calon ketua umum Ika Ikopin periode 2021-2025 di Munas Ika Ikopin tanpa diklarifikasi terlebih dahulu oleh kedua belah pihak yang diprasangkakan akan menimbulkan resistensi perpecahan bukan untuk menyatukan alumni.
Yakimsa Ketua Teamses Entis Sutisna dan juga pengurus DPD Ika Ikopin Bandung raya Sumedang menyampaikan pada awak media sebagai pilar keempat demokrasi selain bertugas mengungkapkan kebenaran, tetapi disisi yang lain juga media massa harus menekan agar disinformasi, hoax dan berita yang menyesatkan itu tidak sampai tersebar lebih jauh berkenaan disalah satu media online dengan judul "gaya politik telah menelan korban dalam perhelatan Munas Ika Ikopin" tanggal 22/09/2921.
”Media massa harus memastikan bahwa semua sumbernya terutama sumber-sumber yang berasal dari medsos ataupun isue lainnya itu harus dipastikan kebenarannya,” tukasnya.
Oleh karena itu ia mengingatkan agar jangan sampai karena alasan harus mengejar waktu cepat tayang kemudian media massa tidak melakukan konfirmasi maupun cek dan ricek. Karena hal seperti itulah fakta yang tidak benar itu akhirnya menjadi terpublikasikan.
”Jadi selain membuat pemberitaan ataupun konten untuk dipublikasikan. Tetapi media massa juga harus mempertanggung jawabkan konten itu,” ujarnya.
Selain itu Yakimsa yang sering disapa Akim menyebut peran tokoh alumni Ikopin juga penting untuk melawan hoax dan provokasi di medsos ini.
Menurutnya, para tokoh alumni harus memperhatikan apa-apa saja yang bisa dia publikasikan, apa-apa saja yang bisa dia sampaikan, agar jangan sampai memicu gerakan-gerakan destruktif yang mencederai rangkaian Munas Ika Ikopin yang sudah cukup baik kerja panitia OC dan SC.
Akim melanjutkan, Dengan pemberitaan untuk mengangkat popularitas calonnya dengan cara mendeskriditkan kandidat ataupun teamses lainnya sikap perbuatan yang tidak elok dan elegan.
Yakimsa juga menyampaikan bahwa alumni Ikopin harus benar-benar bisa memilih dan memilah mana informasi yang hoax dan mana informasinya yang benar.
Kemudian dia juga harus bertanggung jawab sebelum mempublikasikan informasi yang dia miliki ke media massa ataupun medsos dengan mengedapankan etika, logika dan estetika berorganisasi.
”Tokoh alumni harus turut aktif menghentikan penyebaran-penyebaran konten hoax dan provokatif. Dan secara aktif juga melakukan antisipasi di medsos sebelum membuat suatu pernyataan,” pungkasnya.


Komentar Via Facebook :