Diduga Kurangnya Pengawasan, Proyek Irigasi di Ranji Wetan Majalengka, Disoal Warga

Diduga Kurangnya Pengawasan, Proyek Irigasi di Ranji Wetan Majalengka, Disoal Warga

CYBER88 | Majalengka -- Transparansi anggaran sudah menjadi keharusan dilaksanakan pemerintah dan pihak ketiga pelaksana dalam menjalankan program pembangunan. Dimulai sejak awal sampai akhir sebuah proyek yang dilaksanakan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan tender, sampai pelaksanaan proyek.

Aturan tersebut sudah jelas tertera dalam UU No. 14 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain UU KIP, ada beberapa aturan lain yang mempertegas tentang transparansi pelaksanaan program pemerintah.

Seperti Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (Permen PU 29/2006) dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan (Permen PU 12/2014).

Adapun secara teknis, aturan tentang pemasangan papan pengumuman proyek biasanya diatur lebih detail oleh masing-masing provinsi. Berarti jika di lapangan terdapat sebuah proyek yang tidak menyertakan papan pengumuman proyek, sudah jelas menabrak aturan. Bahkan patut dicurigai proyek tersebut tidak dilaksanakan sesuai prosedur sejak awal.

Hal tersebut dikatakan salah satu warga dukuh Jeruk, Desa Ranjiwetan, Kecamatan Kasokandel, Majalengka - Jawabarat, yang mengkritisi Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi diwilayahnya. 

Menurutnya,  pekerjaan yang berada dibawah pengawasan UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Cimanuk - Cisagarung, tepatnya masuk wilayah kerja kantor Satuan Unit Pelayanan Cimanuk Hilir - Kaliwedi, sudah berjalan dalam kurun waktu ± 2 Bulan lamanya.

Namun, lanjut dia,  sangat disayangkan sekali, dalam tahap  pengerjaannya, proyek tersebut diduga sekitar dikerjakan secara asal asalan, karena disinyalir kurangnya pengawasan.  

Jadi terkesan besaran anggaran yang digelontorkannya juga seakan akan ditutup tutupi, "Katanya, pada Cyber88.co.id, senin (11/10/2021) 

"Pemasangan papan proyek pekerjaan pun sejak dimulainya pekerjaan proyek tersebut tidak dipasang, "Ucapnya, 

"Awal pengerjaan proyek irigasi ini dimulai ± 2 Bulan Kebelakang dan untuk pihak ketiga yang mengerjakan proyek ini, saya tidak tahu pak, "Ungkapnya.

"Karena setahu saya, dari awal dimulainya pekerjaan proyek ini,   untuk papan proyeknya juga tidak  dipasang, "Imbuhnya. 

"Padahal kami juga sebagai warga masyarakat memang berhak tahu kan pak, akan informasi publik mengenai besaran anggaran dan lamanya waktu pengerjaan proyek tersebut, "Tandasnya.  

Terkait adanya kejanggalan berdasarkan penilaian warga, Gono, Ketua ranting Ormas Pemuda Pancasila Ranji wetan, mengatakan, "Saya pribadi hanya mengetahui sebatas pengadan pasir saja pak, coba aja bapak temui pada pelaksana proyek ini.

Selain itu, salah satu tokoh pemuda yang ada diblok Kemis Dukuh Jeruk RT/04 RW 06 ikut juga angkat bicara bahwa, "Semestinya kalau setiap pelaksanaan yang menyangkut program - program pemeritah tersebut,  semestinya harus ada papan inpormasinya, agar kami sebagai warga masyarakat disini tahu akan besarnya anggaran yang digelontorkan dalam proyek ini yang berasal dari uang rakyat tersebut.

"Adanya pembuatan irigasi ini, jelas  sangat besar manfaatnya buat warga disini pak, karena setahu saya  kurang lebih dari tiga tahun irigasi ini sudah rusak, cuma semestinya harus ada pengawasan dari pihak terkait pelaksana atau konsultan agar bisa tercapai kwalitas tembok irigasi dengan baik, "Ucapnya.

Untuk mendapatkan informasi lebih jelas mengenai proyek irigasi tersebut, Cyber88.co.id mencoba mendatangi langsung ke kantor Satuan Unit Pelayanan Cimanuk Hilir - Kaliwedi, yang beralamat di jln. Bendung Cigasong, Kelurahan Cigasong, Majalengka

Menurut informasi yang didapat dari dua orang pegawai Staf kantor tersebut yang menolak  memberitahukan namanya sendiri pada awak media,  mengatakan, "Mohon maaf pak, untuk masalah pembangunan proyek irigasi yang ada di Blok Dukuh Jeruk tersebut, saya sama sekali tidak tahu, dan kebetulan untuk Bapak Pimpinannya, Lagi keluar pak, "Singakatnya (Tatang)

Komentar Via Facebook :