Tumpukan Sampah di Sepanjang Jalan Cikalong Kulon Ciranjang Diduga Akibat Buruknya Tata Kelola Sampah di Kab. Cianjur

Tumpukan Sampah di Sepanjang Jalan Cikalong Kulon Ciranjang Diduga Akibat Buruknya Tata Kelola Sampah di Kab. Cianjur

CYBER88 | Cianjur -- Indonesia memang sulit untuk lepas dari masalah sampah. Bau menyengat dan keberadaannya yang bertebaran secara sembarang di lingkungan sekitar menjadi bukti bahwa sampah ibarat “teman hidup” kita sehari-hari. Permasalahan yang belum kunjung membaik ini tentu akan memunculkan satu pertanyaan, “kapan kelarnya?”

Sampah yang merupakan suatu benda yang tidak bernilai atau tidak berharga yang ada di sekitar lingkungan masyarakat, jika dibiarkan, sampah dapat menjadi masalah. 

Seperti yang terlihat bahu jalan di sepanjang jalan Kecamatan Cikalong Kulon Ciranjang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat  tumpukan sampah tersebut seolah tak ada yang mengelola, “Ucap Dindin Komarudin Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (J.P.K.P) DPD Kabupaten Cianjur, pada Cyber88.co.id Jum’at (12/11/2021).

Menurutnya, ada banyak faktor-faktor penyebab. Yang pertama, selain kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih sangat minim, belum ada aturan tata kelola bebasis wilayah baik tingkat Kecamatan, desa atau ke tingkat RW.

Yang kedua, lanjut dia, belum disediakan fasilitator edukator atau pendampingan bagaimana tata kelola pengelolaan sampah yang berkelanjutan sesuia dengan regulasi yang ada UU no 18 tahun 2008 yang menjelaskan Setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan

Kemudian, penumpukan sampah tersebut, dipicu dengan adanya kebijakan pemerintah terkait program jadwal membuang sampah dari sore sampai menjelang subuh. Pola ini kurang efektif, masih kumpul-angkut-buang. Artinya sampah dikumpulkan, terkadang hingga numpuk, ditarik petugas kebersihan lalu di buang ke TPA, “Kata Dindin.

Kata dia, sampah yang berada di pinggir jalan di Kecamatan Cikalong Kulon itu akan menjadi tempat berkembang dan sarang dari serangga dan tikus, menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air, dan udara, juga menjadi sumber dan tempat hidup kuman.

Disinggung terkait anggaran pengelolaan sampah di Kabupaten Cianjur, Ketua DPD J.P.K.P ini enggan berkomentar. Namun menurutnya karena kebersihan itu sebagian dari iman, jika Pemerintah Kabupaten Cianjur mau pasti banyak cara.

“Seperti, dari dana desa, aspirasi CSR dan EPR. Ini seharusnya bisa menggenjot progam persampahan, “Ujar Dindin

Ia pun mengatakan, jika sampah dikelola dengan benar ini memiliki nilai yang luar biasa. 

Kalau di Cianjur ada lebih dari 500 desa, apakah mampu membuka ruang pembinaan sdm untuk memfasilitasi pendampingan satu orang satu desa, atau minimal di 32 kecamatan ada satu orang satu Kecamatan, “Tukasnya.

Komentar Via Facebook :