Mahasiswa ITB STIKOM Bali Siap Diberangkatkan Ke Jepang

Mahasiswa ITB STIKOM Bali Siap Diberangkatkan Ke Jepang

Anda Bekerja, Keluarga Sejahtera, Pulang Jadi Sarjan..!!!

CYBER88 | Bandung -- Antusiasme mahasiswa akan program STIKOM Bali Groups yang menargetkan mengirim 3.000 mahasiswa ke Jepang untuk mengikuti program bekerja dengan Visa Tokutei Gino.

Visa ‘Tokutei Gino’ / Specified Skilled Worker Visa/ Visa Tenaga Terampil adalah visa kerja baru yang ditetapkan oleh Undang-Undang yang mengatur pengontrolan keimigrasian dan pengungsi di bawah Kementrian Hukum Jepang pada Desember 2018 dan prakteknya mulai dijalankan pada April 2019.

Visa ini dibuat dengan tujuan mengatasi kekurangan sumber daya manusia yang menjadi salah satu masalah sosial di Jepang. Dengan memanggil tenaga kerja muda dan mempunyai keterampilan khusus ini, kesempatan untuk bekerja lebih di Jepang dengan jangka waktu yang lebih lama semakin besar.

 

STIKOM Bali Group yang sudah menandatangani MOU dan perjanjian kerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk mengirim 3.000 mahasiswa bekerja di Jepang, mulai Februari atau awal Maret 2022 akan dibuka kelas khusus bagi mereka yang kuliah di STIKOM Bali Group dan mengikuti program kerja di Jepang.

 

Dr Dadang Hermawan Rektor ITB STIKOM Bali, sekaligus dirut 23 lembaga bisnis berbendera STIKOM Bali Group menyebut kerja sama BP2MI dengan perguruan tinggi itu adalah yang pertama kali dilakukan di Indonesia.

Setelah lulus ujian kompetensi Bahasa Jepang dan kompetensi keahlian, barulah pihak ITB STIKOM Bali mendaftarkan mahasiswa tersebut ke BP2MI sebagai calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk diberangkatkan ke Jepang oleh pemerintah. "Jadi, nanti pemerintah yang kirim. Kalau memenuhi target 3.000 orang, saya akan menghadap presiden minta bapak presiden yang melepas, mungkin bisa di Senayan (GBK Senayan)," katanya.

Sementara untuk kuliah berikutnya, mahasiswa yang ke Jepang akan mengikuti kuliah semester 3-4 secara daring, semester 5-6 mengikuti kuliah dengan program MBKM dan semester 7-8 kuliah dengan sistem daring lagi. "Termasuk tugas akhir atau skripsi dan ujian bisa dari Jepang. Tetapi, saya minta mereka pulang supaya wisuda di Bali saja. 'Kan kalian sudah punya Uang banyak tuh, pulang wisuda di Bali saja supaya bisa dihadiri oleh keluarga," ucap Dadang.

 

Dikabarkan bahwa Jepang secara bertahap kembali membuka perbatasan. Mulai Senin 8 November 2021, pebisnis diizinkan masuk ke negara Matahari Terbit itu. Sejumlah perubahan peraturan dilakukan untuk memudahkan para pebisnis. Di antaranya adalah masa karantina dipangkas dari semula 10 hari menjadi tiga hari saja jika pendatang sudah divaksinasi. Selain itu pelajar dan pekerja magang yang memiliki visa diizinkan masuk.

 

Sementara itu, Ade Setiawan (Ketua LPPK AL-Malik Tumaritis) sebagai Koordinator Mahasiswa ITB Stikom Bali yang berdomisili di Bandung – Jawa Barat segera memprogramkan Pelatihan Bahasa khususnya untuk para Mahasiswa baru ITB Stikom Bali angkatan 2020/2021 yang ada dibandung.

Pelaksakan Pelatihan tersebut direncanakan mulai pada  Hari Senin, 22 November 2021 bertempat di Asrama Kampus Merdeka ITB Stikom Bali, Kp. Mekarsari RT.02 / RW.17, Kec. Kertasari, Kab. Bandung – Jawa Barat.

Senada dengan Ade, para mahasiswa pun sangat antusias dan bersemangat untuk menjalani pelatihan tersebut, meskipun pelatihan tersebut dimulai bersamaan dengan Ujian Tengah Semester (UTS) di Kampus ITB STikom Bali, namun tidak menyurutkan semangat dan kemauan para Mahasiswa untuk pembelajaran Bahasa tersebut.

Selain bekerjasama dengan BP2MI, Program Kuliah sambil Kerja di Jepang pun didukung oleh Menteri BUMN Erick Thohir

Komentar Via Facebook :