Miris, Seorang Bapak yang Menderita Cacat Fisik Selama 45 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot
CYBER88 | Tanggamus -- Syuhada (46) warga Sindang Palay, Pekon Pungkut, Kecamatan Pugung yang selama ini mengalami cacat fisik dari usia satu setengah tahun.
Syuhada beserta istri dan anak satu-satunya yang hidup dalam keterbatasan fisik serta dibawah garis kemiskinan, kondisinya begitu sangat memprihatinkan.
Dia tinggal di sebuah rumah yang tidak layak huni, rumah yang hampir roboh berlapiskan dinding gribik serta atap rumah yang bocor, selama ini jadi tempat bernaung untuk mereka.
Ketika di jumpai dikediamanya, Syuhada menuturkan, "Saya menderita cacat kaki ini dari kecil sejak usia satu setengah tahun, saya tidak dapat berjalan, saya akan dapat berjalan apa bila dibantu dengan tongkat."
"Pekerjaan saya sehari-hari adalah pembuat tampah yang di rajut dari bambu, penghasilan yang saya dapatkan dari menjual tampah 35 ribu perhari, itupun kalau lagi ada pemasukan, kalo tidak ada saya beserta istri dan anak saya hanya bisa pasrah menerima nasib,
Saya sangat sedih disaat anak saya merengek dan menangis minta jajan, sedangkan saya tidak punya uang sepeser pun, beruntung masih ada tetangga saya yang baik hati, yang mau membagi rizkinya untuk kami, disaat kami kesulitan untuk mendapatkan makanan,
Terlebih lagi dengan kondisi rumah saya yang hampir roboh, atap rumah yang bocor, sehingga disaat musim hujan kami selalu kebocoran," tuturnya.
"Harapan saya kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus, agar dapat memperhatikan keadaan saya, untuk memberikan bantuan bedah rumah, mengingat kondisi rumah saya yang hampir ambruk," harapnya.
Siti Syafaah, istri Syuhada juga mengucapkan, saya sangat mengharapkan uluran tangan dari pemerintah, agar bisa memperhatikan keadaan keluarga saya, dan juga kondisi rumah saya yang hampir ambruk.
Dilain tempat, Suni sebagai tetangga Syuhada menuturkan, saya benar-benar merasa prihatin dengan kondisi Syuhada tetangga saya, yang selama ini hidupnya berada dibawah garis kemiskinan, dan keterbatasan fisik, serta selalu kekurangan dalam hal pangan.
"Saya sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus, untuk dapat memberikan perhatian kepada Syuhada, yang memang benar-benar layak untuk mendapatkan perhatian, dan juga tidak salah sasaran dalam memberikan bantuan, terlebih untuk bantuan bedah rumah buat syuhada sekeluarga," tuturnya.
Sementara Surnah, masih tetangga Syuhada, menerangkan, Syuhada adalah tetangga kampung saya, awal mula saya mengetahui kondisi syuhada, karena saya sering ke ladang yang kebetulan lokasinya berada di Pedukuhan Sindang Palay, yang melewati kediaman Syuhada dan saya sangat merasa prihatin dengan keadaannya.
"Harapan saya kepada pemerintah, semoga pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Tanggamus, agar dapat memberikan bantuan baik itu pangan maupun papan kepada syuhada dan keluarga," tutupnya. [yunt]


Komentar Via Facebook :