Massa Perwakilan Petani Padi Datangi Proyek Pembangunan Wisata Religi Mesuji
CYBER88 | Mesuji -- Masyarakat yang diduga terdampak limbah pembangunan wisata religi Desa Wirabangun, datangi lokasi proyek pembangunan wisata religi, guna menuntut ganti rugi/tali kasih kepada PT. Karya Bangun Mandiri Persada (KBMP) selaku pihak pelaksana pembangunan proyek tersebut.
Pasalnya diduga dampak dari limbah pembangunan telah mencemari lahan pertanian masyarakat yang kemudian menyebabkan gagal panen dan tentunya masyarakat mengalami kerugian.
Kepada awak media salah satu perwakilan warga, Muklis menjelaskan, kami sudah ajukan perihal pencemaran air sungai yang mengaliri lahan pertanian kami ini jauh sebelum hari ini.
"Bahkan kami sudah datangi selama dua kali, akan tetapi mereka ini (PT. KBMP) yang tadinya berjanji akan memangil kami untuk musyawarah mencari solusi sampai detik ini jika kami tidak datangi kembali mereka ini terkesan mengabaikan" jelasnya, Kamis (2/12/2021).
"Kami berharap pihak pihak kontraktor dapat segera memberikan solusi kepada kami masyarakat ini, tidak banyak kok tuntutan kami, ada 32 hektare sawah kami yang rusak, kami hanya meminta pengertian dari pihak kontraktor untuk mengganti biaya tanam kami saja tidak ebih,
Akan tetapi jika masalah ini tidak segera di selesaikan kami masyarakat akan menghentikan dahulu pekerjaan hingga ada titik terang dari masalah ini," ungkap Muklis.
Di tempat terpisah Muryanto dalam hal ini mewakili Dinas Perkim menjelaskan, benar hari ini ada masyarakat datang ke proyek ketika saya sedang meninjau Proyek, menyikapi hal ini kami Dinas terkait (Perkim) akan diskusikan masalah ini, dan meminta kepada Pihak PT. KBMP untuk meninjau dan meluruskan masalah ini dan tentunya saya akan sampaikan kepada pimpinan.
"Kami sangat berharap adanya proyek pembangunan wisata religi ini tidak akan berdampak buruk kepada masyarakat sekitar," terang Muryanto. [Ei/Ver]


Komentar Via Facebook :