Miris! Seorang Ibu dan Dua Anak Yatimnya yang Tengah Lapar, Minta Bantuan pada Baznas Purwakarta Harus ada Keterangan dari Polisi

Miris! Seorang Ibu dan Dua Anak Yatimnya yang Tengah Lapar, Minta Bantuan pada Baznas Purwakarta Harus ada Keterangan dari Polisi

CYBER88 | Purwakarta -- Rasulullah SAW mengajarkan tentang keutamaan bersedekah. Dalam salah satu hadis, bahkan Rasulullah SAW mengatakan bersedekah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim

Namun sangat miris sekali dengan apa yang terjadi di wilayah Kabupaten Purwakarta jawa Barat. Ada kejadian dimana ada kaum dhuafa dan anak yatim yang meminta bantuan pada kantor badan amil zakat nasional (Baznaz) untuk mengisi perutnya yang sedang lapar. Namun sayangnya untuk mendapatkan bantuan dari Baznaz, ia harus mengantongi keterangan dari kepolisian. 

Informasi yang berhasil dihimpun Cyber88.co.id, kejadian itu bermula pada hari Jum’at (3/12) pagi ada satu kaum hawa yang membawa kedua anak yatimnya sedang kesusahan untuk makan. Dalam keadaan yang tidak mempunyai uang, dari pada kedua anaknya kelaparan seorang ibu bernama Rini yang merupakan warga Bandung ini berinisiatif untuk meminta bantuan kepada kantor Baznaz Kabupaten Purwakarta.

Rini, datang ke kantor itu tak lain hanya untuk meminta shodakoh sedikit uang untuk makan kedua nakanya. Akan tetapi pihak kantor Baznas dapat memberikan bantuan dengan syarat ibu kedua anak yatim tersebut harus memenuhi prosedur - prosedur yang di tetapkan yakni membuat prosedural surat keterangan dari kepolisian.

Mendapat informasi dari pihak Baznas ada aturan seperti itu, membuat Rini menjadi bingung ditengan situasi kedua anaknya yang sedang lapar. Ia berpikir, hanya sekedar untuk makan aja kok harus membuat prosedural surat keterangan dari kepolisian? 

Adanya kejadian ini, sontak mendapat perhatian dari beberapa pihak. Mereka menyayangkan terjadinya hal ini. Pasalnya, kalau hanya memberikan uang atau bila harus menempuh prosedur hanya untuk membantu orang kelaparan menurut mereka, kenapa tida ibu dan kedua anak yatimnya itu dikasih makanan saja.

Sementara, kita semua tau didirikan nya Baznas itu untuk bisa membantu meringankan penderitaan anak-anak yatim piatu dan warga yang tidak mampu, “Kata mereka yang hampir berpendapat sama saat meyikapi kejadian ini.

“Jadi jangan melihat fisik saja meskipun terlihat masih muda sehat akan tapi tidak demikian dialami oleh bu Rini dan kedua anaknya yang benar- benar kesulitan untuk makan, apakah tidak ada rasa kasian gimana nanti nya nanti menahan lapar dan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, apakah tidak ada rasa kasian dan prihatin terhadap ke dua anak yatim tersebut?

Terkait kejadian ini menjadi perbincangan hangat, menurut salah satu pekerja di kantor Baznas Purwakarta menjelaskan terkait adanya posedur tersebut adalah syarat untuk pencairan bantuan dari kantor Baznas.

Ketua Media Independet Online Indonesia (MIO) kabupaten Purwakarta " Tedi Angkat bicara. Menurutnya, keberadaan Baznas yang memang sudah diberi mandat oleh pemerintah untuk bisa membangun sekaligus membantu masyarakat yang memang betul-betul memerlukan bantuan.

“Kalau memang benar-benar sesuai fakta ada masyarakat yang sangat memerlukan bantuan, apalagi hanya untuk makan saja kok sulit harus memakai prosedural?, “Cetus dia.

Padahal kita tau Baznas itu diberikan bantuan per tahun dengan anggran yang dikucurkan oleh pemerintah pusat dengan melalui pemerintah daerah Pemda Purwakarta yaitu Bupati Purwakarta senilai Rp.400 juta per tahun yang diperuntukan untuk berbagai jenis kegiatan - kegiatan untuk pembangunan mushola, majlis dan tentunya untuk membantu warga yang memang memerlukan bantuan apalagi yang urgent, itu harus dibantu, “Jelas Tedi pada Cyber88.co.id, Sabtu (4/12/2021). 

Tedi berharap, pihak pemerinta daerah melaksanakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dan menegur pengelola Baznas.

Untuk Bupati Purwakarta Ambbu Anne Ratna Mustika kami harapkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia patut untuk di tegakkan dan kasih peringatan terhadap pengelola Baznas Kabupaten Purwakarta yang terlalu berbelit belit hingga warga takmampu yang kelaparan dan sekedar minta bantuan untukmekan, harus menempu syarat-syarat normatif, “ujarnya

Menurut Tedi, uang Rp.400 juta per tahun bantuan dari pemerintah yang diterima kantor Baznas sangatlah besar sekali untuk bisa dipergunakan secara positif dan tentu dapat bisa membangun sekaligus membantu warga yang memang betul-betul memerlukan bantuan.

Adanya kejadian yang menimpa bu Rini dan kedua anak yatimnya, jelas memukul kami sekali. Untuk itu tentunya kami akan melayangkan surat audensi terhadap pimpinan Baznas dan mendorong adanya perubahan prosedural untuk sesuatu yang sifatnya urgen, agar hal ini tidak terulang dikemudian hari, “pungkasnya. (Sastra St)

Komentar Via Facebook :