Pengamat Politik Soroti Dinamika Pemerintahan Kota Sukabumi, Singgung Potensi Polemik Politik
CYBER88 | SUKABUMI – Seorang pengamat politik dan tokoh masyarakat, H. Wastaran, menyoroti perkembangan situasi politik di Kota Sukabumi yang menurutnya perlu mendapat perhatian seluruh pihak. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui sejumlah wartawan di kediamannya beberapa waktu lalu.
Menurut Wastaran, munculnya aspirasi dan tuntutan dari para ketua RT dan RW se-Kota Sukabumi yang disampaikan di gedung DPRD setempat beberapa waktu lalu dapat menjadi indikator menurunnya tingkat kepercayaan sebagian masyarakat terhadap pemerintah daerah apabila tidak segera ditangani secara baik dan komunikatif.
Dalam keterangannya, Wastaran bahkan mengibaratkan kondisi tersebut berpotensi menjadi "Pati Jilid Dua" apabila seluruh pihak, baik pemerintah maupun elemen masyarakat, tidak melakukan evaluasi, introspeksi, serta membangun komunikasi yang lebih efektif dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang.
Ia juga mengkritisi kepemimpinan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Menurut Wastaran, terdapat sejumlah janji politik dan program yang dinilai belum terealisasi secara optimal selama masa kepemimpinan berjalan. Namun demikian, pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Wastaran sebagai pengamat politik dan perlu mendapat tanggapan dari pihak Pemerintah Kota Sukabumi untuk memperoleh keseimbangan informasi.
Lebih lanjut, Wastaran menilai polemik yang berkembang terkait tuntutan RT dan RW perlu diselesaikan melalui dialog terbuka. Ia juga menyoroti adanya informasi yang beredar mengenai realisasi tuntutan yang disebut akan dicairkan pada 27 Mei 2026. Menurutnya, apabila informasi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, hal itu berpotensi menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat.
Sementara itu, sejumlah perwakilan RT dan RW dikabarkan berencana menggelar aksi penyampaian aspirasi pada Selasa, 2 Juni 2026. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk upaya untuk meminta kejelasan terkait berbagai tuntutan yang sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah daerah.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kota Sukabumi maupun Wali Kota Ayep Zaki terkait sejumlah kritik dan pandangan yang disampaikan oleh H. Wastaran. Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait guna menjaga prinsip pemberitaan yang berimbang. (Jimmy)


Komentar Via Facebook :