Hj. Istikomah: Milad Aisyiyah ke-109 Perkokoh Dakwah Kemanusiaan dan Wujudkan Perdamaian

Hj. Istikomah: Milad Aisyiyah ke-109 Perkokoh Dakwah Kemanusiaan dan Wujudkan Perdamaian

CYBER88 | KLATEN – Ketua Lembaga Budaya Seni dan Olahraga (LBSO) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Klaten, Hj. Istikomah, M.Pd., menegaskan bahwa Milad Aisyiyah ke-109 menjadi momentum untuk memperkokoh dakwah kemanusiaan demi mewujudkan perdamaian. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan tausiyah dalam pengajian Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gantiwarno di Balai Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Minggu (31/5/2026).

Menurut Istikomah, gerakan Aisyiyah tidak hanya hadir di ruang ibadah, tetapi juga aktif di ruang publik melalui kegiatan budaya, seni, dan olahraga yang edukatif. Melalui berbagai aktivitas tersebut, Aisyiyah berupaya merawat nilai kasih sayang, toleransi, kebersamaan, solidaritas, serta kepedulian sosial sebagai bagian dari dakwah kemanusiaan yang nyata.

Ia menjelaskan, tema Milad Aisyiyah ke-109, “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, sangat relevan dengan dinamika global maupun nasional saat ini. Tema tersebut sekaligus menegaskan komitmen Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan yang menghadirkan nilai Islam rahmatan lil alamin dengan menebarkan kedamaian, kasih sayang, dan perlindungan bagi seluruh umat manusia.

Dalam situasi dunia yang masih diwarnai konflik dan kekerasan, lanjutnya, perempuan sering menjadi kelompok yang rentan. Namun di sisi lain, perempuan juga memiliki peran strategis sebagai penggerak dakwah kemanusiaan dan agen perdamaian. Berbagai program layanan dan gerakan sosial yang dijalankan Aisyiyah menjadi bukti nyata kontribusi organisasi tersebut dalam mempromosikan budaya cinta keluarga dan perdamaian lintas batas, etnis, agama, dan suku.

Pada akhir tausiyahnya, Istikomah mengajak seluruh warga Aisyiyah untuk terus memperkuat peran sebagai pelopor dakwah kemanusiaan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada perdamaian. Ia menekankan bahwa upaya mewujudkan perdamaian harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat sekitar, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya kehidupan yang harmonis dan berkeadilan.

Komentar Via Facebook :