Miris !  Anak Alami Luka Bakar 30 Persen, Keluarga Soroti Minimnya Respons Pemerintah Kota Cilegon

Miris !  Anak Alami Luka Bakar 30 Persen, Keluarga Soroti Minimnya Respons Pemerintah Kota Cilegon

Mohamad Erza Hermawan, meski sakit tetap mengikuti ujian sekolah.

CYBER88 | CILEGON – Muhammad Ezra Hermawan, seorang anak asal Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, mengalami luka bakar serius hingga sekitar 30 persen setelah diduga terkena ledakan bom molotov yang dimainkan oleh teman-temannya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 24 Mei 2026, di kawasan Jalan Rambutan RT/RW 11/03, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil. Saat kejadian, korban diketahui sedang bermain bersama temannya sebelum tiga anak lainnya datang membawa botol berisi bensin yang diduga telah dirakit menjadi bom molotov.

Saat di sambangi awak media pada Sabtu 30/5/2026, Korban mengaku awalnya tidak mengetahui benda yang dibawa teman-temannya tersebut. "Saya cuma lihat pas mereka bikin, tapi nggak tahu mau bikin apa. Tiba-tiba mereka datang bawa botol itu. Terus dibakar sama mereka," ujar Ezra saat ditemui.

Menurut pengakuan Ezra, saat bom molotov dinyalakan, salah satu anak yang memegangnya diduga panik setelah api mengenai tangannya. "Pas dibakar kena tangannya, terus langsung dilempar. Jatuhnya dekat saya. Habis itu meledak," katanya.

Akibat ledakan tersebut, api menyambar tubuh korban hingga menyebabkan luka bakar cukup serius pada bagian kaki. Dalam kondisi kesakitan, Ezra berlari pulang ke rumah sambil menangis sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Ayah korban, Asep, mengatakan anaknya mengalami luka bakar yang cukup parah sehingga harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Kurnia Cilegon. "Dari hasil pemeriksaan dokter, luka bakarnya sekitar 30 persen. Yang paling parah di bagian kaki sebelah kiri, meskipun ada juga luka di bagian lainnya," ujar Asep.

Asep menjelaskan pihak keluarga telah mencoba menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dengan keluarga anak-anak yang diduga terlibat. Namun upaya mediasi tidak membuahkan hasil sehingga kasus akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.

"Kami sudah melapor dan saat ini prosesnya sedang berjalan. Untuk masalah hukum saya serahkan kepada aparat yang berwenang," katanya.

Meski demikian, Asep mengaku kecewa karena hingga saat ini belum merasakan adanya perhatian dari Pemerintah Kota Cilegon maupun aparatur terkait terhadap kondisi anaknya.

"Saya hanya berharap ada kepedulian dan empati. Anak saya menjadi korban dan mengalami luka bakar yang cukup serius. Tapi sampai sekarang saya belum melihat adanya perhatian langsung dari pemerintah daerah maupun aparatur terkait," ujarnya.

Menurutnya, kehadiran pemerintah sangat penting, terutama untuk memberikan dukungan moral kepada korban dan keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

"Saya berharap Pemkot Cilegon bisa lebih peka terhadap warganya yang sedang mengalami musibah. Ini bukan hanya soal keluarga kami, tetapi juga tentang perlindungan terhadap anak-anak agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tegasnya.

Sementara itu, Ezra mengaku masih merasakan sakit akibat luka bakar yang dialaminya dan berharap bisa segera pulih agar dapat kembali beraktivitas seperti biasa. "Saya ingin cepat sembuh dan bisa sekolah serta main lagi seperti dulu," tuturnya.

Hingga berita ini ditayangkan proses penanganan kasus tersebut masih berlangsung. Keluarga berharap seluruh pihak, termasuk Pemerintah Kota Cilegon, dapat memberikan perhatian terhadap kondisi korban serta mendukung upaya pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Komentar Via Facebook :