Sekelumit Kisah Pantai Rancabuaya yang Kini Mulai Merana
CYBER88 | Kab.Garut -- Wisata pantai unggulan di wilayah Garut Selatan, yakni Pantai Rancabuaya, nampaknya mulai kurang berkembang.
Berdasarkan penelusuran awak media, ada masyarakat yang tahu sekelumit kisah pantai yang cukup melegenda ini sebagai tempat kunjungan wisatawan. Ia adalah Indra Kusumah yang kebetulan pemegang SK dari Dinas Parawisata sebagai pengelola
Indra Kusumah, sebut saja IK menuturkan bahwa Rancabuaya bukanlah nama pantai tapi nama sebuah pemukiman translok Punawirawan TNI Angkatan Darat yang ada sejak tahun 1975 dan saat ini masuk wilayah teritorial Desa Purbayani, adapun pantainya dinamai Pantai Ciliap.
Kata dia, awal dibukanya Pantai Ciliap, dulunya, ditahun 1982, atas inisiatif masyarakat pribumi yang terdiri dari Pepabri (perhimpunan pensiunan ABRI/TNI), Perib(perhimpunan istri pensiunan ABRI) dan FKPPI (anak anak pensiunan ABRI).
"Merekalah yang berjasa membangun Pantai Ciliap beserta akses jalan dan termasuk promosi dengan tetap menjaga kelestarian alam nya (wisata berbasis alam)". turur IK Selasa (4/1/2022).
Seiring berjalannya waktu, sambung IK, kunjungan ke Pantai Ciliap makin meningkat dan sangat diminati, baik oleh masyarakat sekitar maupun dari luar wilayah. Sehingga untuk menjaga kesinambungan pengelolaan di tetapkanlah tiket masuk sebesar Rp 500/pengunjung.

Tempat itu dikelola oleh Ormas FKPPI dengan payung hukum Perdes (Peraturan Desa) sehingga menghasilkan PAD bagi Desa. Juga ada kontribusi untuk FKPPI, hal ini tertuang dalam kesepakatan (mou).
Dari tahun ketahun Pantai Ciliap makin di kenal, tapi karena ada satu pemukiman translok yang bernama Rancabuaya akhirnya banyak pengunjung menamai Pantai Ciliap dengan sebutan Pantai Rancabuaya hingga saat ini.
Makin di kenalnya Pantai Ciliap atau Rancabuaya dengan keindahan hamparan batu karangnya, "apalagi saat rumput laut hijau menghampar, terlihat seperti lapangan rumput di bibir pantai", IK mengisahkan keunikan Pantai Rancabuaya.
Cerita keunikan ini sampai juga ke luar daerah bahkan luar provinsi. Peningkatan tingkat kunjungan inilah mungkin yang membuat pemerintah Kabupaten Garut tertarik.
Melaui Dinaa Pariwisata Pemkab Garut menetapkan Pantai Rancabuaya sebagai wisata unggulan di wilayah Garut Selatan, tentunya selain Pantai Santolo.
"Kalau berdasarkan urutan waktu, Pantai Rancabuaya di buka yang kedua setelah Pantai Santolo"tutur IK.
Dengan ditetapkannya menjadi wisata unggulan maka tentu saja Pemkab Garut akan lebih mengoptimalkan penggalian potensi yang ada, baik infratruktur maupun penataan wilayah.
Imbas dari keterlibatan pemerintah tersebut, payung hukumpun berubah yang awalnya Perdes menjadi Perda, hingga tiketpun naik dari Rp 500 menjadi Rp 2.000.
"Bukan hanya tiket dan payung hukum yang dirubah, pengelolapun dirubah, yang awalnya dikelola oleh pihak FKPPI, ditahun 2.000 di alihkan pengelolaannya ke KOMPEPAR (Kelompok Penggerak Pariwisata)". IK melanjutkan kisahnya.
Masa pengelolaan Kompepar tidak di perpanjang setelah habis masa kerjasamanya lima tahun kemudian dan dari tahun 2015 sampai sekarang pengelolaan langsung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Garut dengan personil 16 orang di rekrut dari penduduk sekitar dengan status TKS (tenaga kerja sukarela) ada 4 orang dan tiket masuk terkini naik menjadi Rp 7,500/orang.
Tapi sangat disayangkan, dengan beralihnya pengelolaan dari awalnya oleh Ormas FKPPI di alihkan ke Kompepar dan kini langsung oleh Dinas Pariwisata, seolah Pantai Ciliap yang populer dengan nama Rancabuaya seolah di anak tirikan, berbeda dengan Pantai Santolo dan Sayang Heulang yang pesat pembangunan penunjang wisatanya.
Kini seolah pantai rancabuaya di biarkan merana, apalagi dengan banyaknya tempat wisata baru bermunculan hingga makin beratlah Pantai Rancabuaya untuk bersaing dalam menjaring pengunjung.
Pewarta : (Didin/Asmi R)


Komentar Via Facebook :