Mabes NGO Angkat Bicara, Peredaran Rokok Ilegal Yang Merugikan Negara di Pamekasan

Mabes NGO Angkat Bicara, Peredaran Rokok Ilegal Yang Merugikan Negara di Pamekasan

CYBER88 | Pamekasan - Aksi Demonstrasi ke kantor Bea cukai yang telah dilakukan oleh pergerakan mahasiswa Islam indonesia (PMII) Cabang Pamekasan menuai pro kontra. Jumat, (04/02/22).

Kedatangan dari aktivis PMII ini menuntut kepada bea cukai agar peredaran rokok ilegal di Madura khususnya di Pamekasan agar di tindak tegas karena merugikan negara. 

M. Lutfi dalam orasinya menyampaikan, "Kalau beacukai tidak bisa memberantas peredaran rokok ilegal kami akan aksi lagi menduduki kantor beacukai," ancam nya.

Sementara menurut Aktivis kawakan Abdus Salam Marhaen yang juga merupakan Presiden Mabes N.G.O Pamekasan yang Baru menyampaikan adanya produk-produk rokok lokal di Kota Gerbang Salam itu menjadi solusi cerdas bagi masyarakat setempat dalam mengimbangi anjloknya harga tembakau dibawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam. 

"Saat ini kita harus akui dan melek bersama produk rokok lokal di Pamekasan ini telah banyak menyerap tenaga kerja, sehingga ekonomi masyarakat ditengah situasi kocar kacir  di masa pandemi masih bisa bertahan," kata Abdus Marhaen.

Lanjut Marhaen, Sementara semakin mahalnya harga pita cukai dan tidak adanya solusi mengatasi persoalan tersebut membuat pengusaha Rokok Lokal kreatif dalam mempertahankan produksinya agar tidak terjadi PHK pada para Buruh Rokok di perusahaan tersebut 

"Nah, kita masih ingat pada beberapa bulan yang lalu pemkab Pamekasan me ngadakan sosialisasi tentang pembinaan dan bahkan penindakan peredaran rokok ilegal dengan menggunakan anggaran dari dana bagi hasil cukai dan Hasil tembakau (DBHCHT) jadi kata siapa merugikan Negara justru Pemkab yang merugikan para Buruh papbrik dan buruh tani karena bantuan untuk masyrakat belum dicairkan oleh Bupati Pamekasan.

Kendati demikian pihaknya meminta dengan tegas agar Pemerintah Pamekasan segera menuntaskan persoalan harga tembakau dan segera beralternatif menghargai hasil tembakau petani dengan memberdayakan pabrik rokok lokal. 

Di tempat yang terpisah, Aliansi Pecinta Produk Rokok Lokal sependapat dengan apa yang disampaikan oleh kawan kawan Mabes NGO kab. Pamekasan.

"Rencana Pemkab dalam pembangunan KIHT mudah mudahan menjadi solusi yang solutif demi mendongkrak produk rokok lokal go Nasional dan bahkan internasional" ungkap Beni Adi. (Red/Bahrul)

Komentar Via Facebook :